HomeCelotehNawacita, Program Yang Terlupakan

Nawacita, Program Yang Terlupakan

Kecil Besar

“Nawacita ini memang kurang disosialisasikan ke masyarakat. Menterinya memang bekerja tapi jarang mengaitkan dengan Nawacita. Ini tidak bisa tidak (dilakukan) karena itu visi misinya Presiden Jokowi,” ~ Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari.


PinterPolitik.com

[dropcap]E[/dropcap]mpat tahun Pemerintahan Jokowi-JK berjalan, ternyata masih ada saja masyarakat yang gak tau tentang program unggulan mereka yang bernama Nawacita. Bahkan dalam survei terbaru Indo Barometer sebanyak 58,2 persen responden menyatakan gak pernah mendengar program tersebut. Kok bisa ya sampe ada masyarakat yang belum tau. Kayaknya di awal pemerintah udah mengkampanyekan dengan masif loh.

Bahkan Pemerintah secara rutin melaporkan kinerja tahunan mereka melalui publikasi laman presidenri.go.id. Ya tentunya termasuk seberapa jauh pelaksanaan program Nawacita tersebut. Helow, btw Indo Barometer bikin surveinya dimana ya? Di desa terpencil yang terisolir dari dunia luar? Wew.

Dalam laman itu kita bisa mengunduh laporan tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK loh. Dan dapat dilihat program Nawacita sampai tahun ketiga ini sudah masuk tahap pemerataan. Setelah tahun kedua masuk pada percepatan dan peletakan fondasi di tahun pertama. Tahun keempat dan kelima pasti makin kece.

Kalau masih ada masyarakat yang belum tahu tentang program Nawacita, ya cuma dua kemungkinannya. Dia sedari awal memang kontra Jokowi sehingga gak perlu mencari tahu program apa itu, atau masyarakat netral namun gaptek dan gak berusaha mengakses informasi dan cari tahu apa itu Nawacita. Wadezig.

Tapi sebenernya gak terlalu esensi lah ya mengenai tau apa gaknya masyaraat pada program Nawacita ini. Yang jauh lebih esensial kan eksekusi dari program tersebut. Misalnya aja seperti point membangun Indonesia dari pinggiran. Pembangunan infrastruktur kini merata di seluruh negeri tidak hanya di Jawa.

Tapi kalau dipikir-pikir salah Pemerintah juga sih kalau sampai masyarakat gak tau tentang program Nawacita. Karena dengan gak tau kan nantinya malah gak punya rasa ikut memiliki. Mereka jadi gak tau kalau prestasi perkembangan bangsa menjadi lebih maju ini sedikit banyak berkat pondasi Nawacita itu.

Udah tipikal masyarakat Indonesia sih yang sedikit apatis. Jadi cuek bebek gitu sama apa yang dilakukan pemerintah untuk kebaikan negeri ini. Eh, giliran ada efek samping kebijakan berupa penarikan subsidi BBM, baru deh triak-triak norki bilang Pemerintah zalim dan gak peduli sama rakyat kecil. Au ah gelap. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...