HomeCelotehIvan Korban Hoax #2019GantiPresiden

Ivan Korban Hoax #2019GantiPresiden

Kecil Besar

“Saya ingin tegaskan, bahwa 100 persen, itu fitnah terhadap diri saya. Lirik propaganda politik murahan semacam itu juga bukan signature John Paul Ivan. Itu memalukan dan menyesatkan.” ~ Mantan Gitaris Boomerang, John Paul Ivan.


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]da-ada aja ya ulah pendukung gerakan #2019GantiPresiden. Setelah sebelumnya pemberitaan dihebohkan dengan insiden persekusi di Car Free Day, kini mereka mempropagandakan gerakan ini melalui lantunan lagu. Lagu ini viral di media sosial setelah sempat diunggah di Youtube. Konon kabarnya sih lagu ini karangan mantan gitaris Boomerang, John Paul Ivan.

And you know what? Ternyata lagu itu bukan ciptaan John Paul Ivan. Sepertinya nama Ivan dicatut oknum gerakan #2019GantiPresiden untuk meningkatkan daya propaganda pada masyarakat. Dan ternyata, Ivan sendiri merasa dijelekkan loh nama baiknya dengan pemberitaan hoax ini. Pucing pala barbie deh Ivan.

Dan yang disasar Ivan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas merebaknya pemberitaan hoax ini adalah media Pribuminews.co.id. Gegara video ini, Ivan mempolisikan pimpinan redaksi Pribuminews.co.id, yang telah menyebarkan berita hoax bahwa dia pencipta lagu #2019GantiPresiden.

Waduh, apa media tersebut gak melakukan konfirmasi kebenaran isi berita yang mereka tulis kepada Ivan? Aya aya wae ah. Lagian sih media ini semangat ’45 banget waktu memberitakan tulisan yang berjudul “John Paul Ivan Ciptakan #2019GantiPresiden Begitu Syahdu dan Meninju”.

Bahkan diakhir kalimat redaksionalnya gak lupa untuk mempromosikan agar lagu ini diviralkan. Wait! Kok rasanya pemberitaannya gak netral ya. Perasaan agak memihak gitu. Ah, mungkin cuma perasaan eike aja. Tapi kalau kalian ikut mengintip artikel terkait, nanti juga tau deh seberapa netralitas pemberitaannya.

Apa artinya pendukung #2019GantiPresiden sudah mulai berafiliasi dengan media tertentu untuk mempropagandakan gerakan ini agar lebih masif lagi? Tapi gak gini juga keles caranya. Ini mah gak etis. Masa membuat artikel berita tentang seseorang tanpa melakukan konfirmasi terhadap narasumbernya.

Eike gak habis pikir deh sama gerakan model gini. Apa mereka gak bisa melakukan kampanye dengan sopan dan beretika? Sesulit itu ya emangnya? Atau sedari awal orang-orang pendukung gerakan ini memang modelnya suka melakukan intimidasi dan menebar hoax? Kalau gak mau dibilang gitu, ya cepet-cepet lah introspeksi diri. Dari pada nanti masyarakat malah tambah antipati dengan gerakan ini. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...