HomeCelotehMisteri Mega Lewatkan Paloh

Misteri Mega Lewatkan Paloh

Kecil Besar

“Jabat tanganku mungkin untuk yang terakhir kali. Kita berbincang tentang memori di masa itu,” – Sheila on 7, Sebuah Kisah Klasik


Pinterpolitik.com

Ada sebuah kejadian unik dalam pelantikan anggota DPR beberapa waktu lalu. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terekam tak menyalami Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan justru terlihat membuang muka. Loh kok gitu?

Sebenarnya, Bu Mega ini kan juga melewatkan kesempatan untuk menjabat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Yang ini juga sebenarnya cukup aneh karena sempat ada harapan Megawati dan keluarga Yudhoyono akan berdamai pada beberapa momen lalu.

Meski demikian, kalau melihat sejarah sikap Bu Mega kepada Pak SBY, sikap Bu Mega ke AHY ini mungkin bisa lebih terprediksi. Lagipula, keduanya sempat menyapa dengan cara lain meski tangan mereka tak saling bertemu, jadi mungkin ini hanya perkara terlambat mengulurkan tangan aja.

Nah, kalau Bu Mega lewatkan salaman tangan dengan Pak Surya Paloh ini sebenarnya cukup membingungkan. Bukannya partai-partai mereka sama-sama mendukung Pak Jokowi? Masak sih ada yang sampai tidak mau menjabat tangan?

Sebetulnya ya, indikasi hubungan dingin ini bisa ditelusuri ke peristiwa pasca Pilpres 2019. Waktu itu, Pak Surya Paloh sempat mengumpulkan ketua-ketua umum partai koalisi Jokowi. Nah, Bu Mega sebagai ketua PDIP waktu itu jadi pihak yang tidak diundang.

Waktu itu kan beredar isu bahwa partai-partai ini kurang nyaman ketika PDIP membuka komunikasi dengan Gerindra. Eh, tapi ini kejadiannya sudah lumayan lama, masak sih gara-gara ini saja Bu Mega tak menjabat tangan Pak Paloh?

Ada juga indikasi hubungan retak PDIP dan Nasdem dari sisi lain. Majalah Tempo sempat mengabarkan bahwa banyak kader PDIP yang mengeluh ke Bu Mega kalau mereka ditekan oleh kejaksaan. Nah, kejaksaan ini sendiri kerap diidentikkan dengan Nasdem karena sang Jaksa Agung, M. Prasetyo adalah eks kader Partai Nasdem.

Secara spesifik, tekanan ini disebut-sebut membuat banyak kader PDIP harus berpindah perahu ke Nasdem. Perkara inilah yang dikabarkan membuat Bu Mega jadi marah. Sebagai lanjutan, PDIP kemudian sempat melontarkan wacana agar posisi jaksa agung bukan dari parpol.

Kenapa Bu Mega gak salaman sama Pak Surya Paloh ya? Share on X

Wah, apa jangan-jangan ini nih yang membuat Bu Mega melewatkan salaman dengan Pak Paloh?

Ya, mungkin memang sulit untuk menilai hanya dari satu rekaman video saja. Tapi, kalau sinyal keretakan ini benar, yang harus kita tanya sebenarnya adalah, apa kabar Pak Jokowi ya?

Wah, ini sulit banget buat dibayangin sih, apalagi Pak Jokowi kan lagi mau membentuk kabinet, kalau dua partai pengusungnya gak akur, gimana jadinya ya? Apa ada jaminan keduanya gak jadi rebutan juga soal kursi kabinet?

Mungkin Bu Mega harusnya bisa meredam emosinya sedikit. Masak setelah sebelumnya hubungan renggang dengan Pak SBY sekarang renggang juga dengan Pak Paloh? Nanti, kelihatan seperti Sersan Dignam loh di film The Departed yang kayaknya membenci banyak orang. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...