HomeCelotehMerpati Ma’ruf Amin Lelah?

Merpati Ma’ruf Amin Lelah?

Kecil Besar

“Sejuta merpati tak akan pernah terbang bila tidak mau belajar tebang, berjuta bintang tidak pernah bersinar jika setiap saat selalu siang.” ~Jerinx


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]cara deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 telah usai. Tapi kayaknya masih pada gagal move on nih? Kenapa? Seru banget ya? Ada yang pakai kostum Gatotkaca, ada juga yang bawa suporter ugal-ugalan, Sungguh meriah ya…

Walau banyak drama-drama menakjubkan, semoga saja acara deklarasi kemarin bisa membangkitkan komitmen agar senantiasa menjaga perdamaian dan ketentraman bangsa. Asik, sekali-sekali bijak nggak apa-apa ya?

Ngomong-ngomong, di akhir acara kemarin sempat ada acara pelepasan burung merpati. Uwuwuw, jadi berasa lagi kondangan ya?

Ehh, tapi kalau di acara nikahan kan maksud pelepasan merpati itu disimbolkan sebagai kepergian kedua mempelai dari keluarganya masing-masing untuk memulai hidup baru bersama. Terus kalau yang dilakukan para peserta pemilu kemarin?

Hmm, konon pelepasan merpati yang dilakukan para peserta pemilu kemarin itu sebagai simbol untuk menjalankan kampanye damai tanpa hoaks dan SARA.

Burung merpati yang diterbangkan Ma'ruf Amin nyungsep. Pertanda apakah ini? Share on X

Rasanya pasti ikut senang ya, melihat burung-burung merpati yang tadinya terbelenggu di dalam sangkar, bisa kembali bebas di langit luas. Ehh, tapi ada apa gitu dengan burungnya Ma’ruf Amin? Eh, maksudnya burung yang diterbangkan Ma’ruf. Kok dikomentari macam-macam?

Jadi gaes, burung merpati yang dilepas calon wakil presiden pasangan Joko Widodo tersebut kedapatan sempat nggak mau terbang.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean bahkan turut mengunggah video momen ketika burung merpati Ma’ruf amin tak mau terbang di acara deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 tersebut. Tentunya dengan komentar mahadahsyat.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Dia memberi caption pada postingan tersebut dengan kalimat, “Aduh… burungnya pak Yai ga mau terbang. Nyungsep..!!”

Nggak sampai di situ, beliau pun mengartikan kalau burung yang diterbangkan Ma’ruf sudah tua, sehingga lelah dan tak mampu terbang lagi. Ferdinand juga mengaitkan kagetnya burung Ma’ruf karena mengetahui bahwa ada provokasi yang terjadi terhadap Susilo Bambang Yudhoyono. Sehingga kata dia burung pun enggan terbang mengetahui banyak terjadi pelanggaran di lapangan.

Hadeh…hadeh… soal burung gagal terbang aja jadi dagangan politik. Tapi KH Ma’ruf sudah mengklarifikasi kok, ternyata burung merpatinya tetap terbang, walau sebelumnya sempat sedikit kaget dan terjatuh.

Wahh, nggak apa-apa ya. Semoga ini bukan firasat buruk. Burung boleh nyungsep, yang penting perolehan suara terus melesat. Mantap! (E36)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...