HomeCelotehMendag "Si Tengkulak" Beras?

Mendag “Si Tengkulak” Beras?

“Tak bakal mampu orang Indonesia punya babu dalam keadaan begitu sulit beras”. ~ Pramoedya Ananta Toer


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]agaimana tak menggemparkan, tak ada angin, tak ada hujan pemerintah akan mengimpor beras 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam.

Mainan siapa sih ini? Bukankah panen raya akan digelar dalam waktu dekat ini?

Bila impor besar – besaran ini tetap dilakukan berarti akan ‘membunuh’ harapan petani yang tak terserapnya beras lokal dan tergerus beras impor. Pemerintah maunya apa sih? Gggggrrrrr.

Dulu ngomongnya swasembada, lah sekarang sih kayanya ga mau swasembada. Kalau namanya swasembada itu memberdayakan potensi para petani lokal, jangan justru menggerusnya dengan impor. Wadezzziigggg.

Faktanya beberapa Provinsi masih menyatakan persediaan beras mencukupi. Nah lohhh. Sebenernya pemerintah mau mencukupi kebutuhan siapa sih? Provinsi saja bilang cukup.

Apalagi bentar lagi panen raya, ngapain impor 500.000 ton beras? Hadeuh. Ga habis pikir.

Ketika pemerintah hampir jadi impor beras segitu banyaknya, hantaman kritik datang dari segala penjuru. Hmmm, emang enak, weleeeeh weleeeh. Harus dikritik dulu baru sadar ya? Ngeluarin kebijakan gitu sadar ga sih? Uhukkk uhuukkk.

Kementerian Perdagangan sebagai regulator akhirnya pusing sendiri. Mendag memberi peluang impor 500.000 ton beras, eh tapi belakangan ini tiba-tiba kuota impor dikurangi menjadi 281.000 ton.

Lebih dari setengahnya itu sih, weleeeh weleeeh, tetep aja petani lokal pada oleng.

Kemaren Kepala Staf Presiden, Moeldoko yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bilang ga jadi impor beras. Tapi kok tetep aja sih mau impor?

Panen raya para petani gimana? Terus aja terus pemerintah bikin masyarakat bingung ngeliatin tingkah lakunya. Ngurusin beras aja kelabakan apalagi ngurusin yang lain, wedeeewww.

Akhirnya pemerintah cari aman. Impor iya, panen raya iya. Beras impor akan disimpan di gudang Bulog dan dijaga ketat Satgas Pangan. Kalo kelamaan, emang beras itu ga rusak ya? Weeeeww!

Selanjutnya, Pemerintah meminta untuk menyerap sebanyak – banyaknya produk hasil panen raya.

Hmmm, terus kalau panen raya mencukupi kebutuhan beras nasional, beras impor buat apa? Mau ditimbun sampe kapan? Ga habis pikir! (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...