HomeCelotehKisah Sandi Jadi Pendukung Jokowi

Kisah Sandi Jadi Pendukung Jokowi

Kecil Besar

“Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.” ~Mohammad Hatta


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]duh, aduh, baru-baru ini Presiden Joko Widodo ada nyindir-nyindir seseorang. AduhNggak kuat ahhh, nyinyirannya makin ngalahin Nikita Mirzani, aduh… Wkwkwkwk…

Kiranya Jokowi amat sadar bahwa, sebagai pemimpin sudah selumrahnya menjadi bahan nyinyiran banyak orang, tapi tak ada salahnya untuk membalas nyinyiran. Karena elektabilitas harga mati.

Selama masa kampanye, Kubu Jokowi paling sering digoreng dengan isu-isu harga pangan. Mungkin sudah saking panasnya kuping doi, akhirnya keluarlah berbagai kata-kata nyelekit.

Dalam politik saling serang kritikan sudah lumrah. Tak pandang kawan atau lawan. Share on X

Beberapa waktu lalu Jokowi bilang, ada orang super kaya datang ke pasar, enggak beli apa-apa, kemudian keluar pasar dan bilang harga mahal. Nah loh, ngomongin siapa tuh? Aduh, pedesnya ngalahin cabe rawit abang-abang gorengan. Eurgghh…

Mendengar celotehan tersebut, Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyambutnya dengan cerita nostalgia. Sandiaga mengaku pernah dikriminalisasi lantaran mendukung Jokowi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 silam. Saat itu, Sandiaga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Menurut keterangan Sandi, APPSI mendukung Jokowi saat itu karena dinilai memiliki program yang serius dalam memajukan dan menyejahterakan pedagang pasar. Program Jokowi kala itu juga dipandang serius menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok yang terjangkau.

Karena itu, Sandi nggak mau berprasangka buruk atas pernyataan Jokowi tersebut. Huznuzan saja. Mungkin yang dimaksud bukan dirinya. Tapi kalau memang ditujukan kepada Sandi, yang bilang harga-harga di pasar naik dan nggak stabil bukan dirinya, tapi pedagang dan pembeli sendiri.

Baca juga :  Jebakan Rindu Soeharto?

Menurut Sandi, dirinya memang tak pernah berbelanja di pasar, kegiatannya di pasar hanya untuk memantau stabilitas harga pangan. Belanja ke pasar itu tugas orang rumah. Sandi menilai, kalau doi belanja di pasar itu namanya pencitraan.

Waduh, waduh, berarti itu yang belanja-belanja sampe beli tempe bejibun pencitraan dong? Duh, katanya nggak sensi tapi nyentil juga. Hohoho.

Tapi ya gaes, kalian suka kepikiran nggak sih, kenapa kalau Sandiaga yang ke pasar harga bahan pokok naik, sedangkan giliran presiden yang blusukan harganya stabil? Wahh, konspirasi siapa nih? Bikin rakyat bingung saja. Terlalu… (E36)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...