HomeCelotehKemana Dana Otsusnya, Mama?

Kemana Dana Otsusnya, Mama?

Kecil Besar

Sebagai provinsi yang mendapat status otonomi khusus, Papua mendapatkan dana yang tak sedikit dari pemerintah. Namun mengapa masih saja ada KLB gizi buruk?


PinterPolitik.com

“Bagaimana mungkin kita tidak pertanyakan ke mana dan untuk apa saja uang (dana otsus) sebanyak itu digunakan, sementara gizi buruk masih tinggi.” ~ Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago

[dropcap]P[/dropcap]emerintah – khususnya Presiden Jokowi sempat bonyok dinyinyirin Warganet, gara-gara kasus gizi buruk yang terjadi di Suku Asmat, Papua. Setelah semua pihak puas menuntaskan kekesalan (plus kebencian) mereka, akhirnya kini banyak orang yang sudah mulai bisa berpikir secara lurus.

Kalau ada Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk di Papua, apakah ini sepenuhnya salah pemerintah pusat? Kalau memang kurang perhatian, kok Gubernur Papua dan Bupati Asmatnya enggak kurus kering juga? Sebaliknya, mereka malah kelihatan begitu gemuk. Bahkan, Jokowi aja kalah montok.

Setelah menyadari keanehan ini, banyak pihak juga mulai menanyakan dana otonomi khusus (otsus) yang sejak awal reformasi khusus digelontorkan bagi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Yogyakarta, dan Papua. Kabarnya, pada tahun 2017 saja, dana yang diberikan Pemerintah Pusat bagi Papua bisa mencapai Rp 8 triliun. Hmm, banyak juga.

Memang sih, sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia, Papua itu enggak bisa disamain dengan NAD dan Yogyakarta. Tapi kan, harusnya kalau memang mereka kekurangan, Gubernur dan Bupatinya udah teriak-teriak dari dulu dong. Ini kok mereka malah diam-diaman aja ya, seolah kayak engga ada apa-apa. Sepertinya ada yang aneh.

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Gara-gara anomali ini, akhirnya para pejabat pun mulai mempertanyakan. Usut punya usut, ternyata menurut BPK, dana otsus ini disinyalir disimpan dalam bentuk deposito oleh Pemerintah Daerah. Lho,  kok bisa? Udah itu, bunganya pun enggak ketahuan larinya kemana. Waduh, kacau dong. Apa mungkin disimpan di perutnya Gubernur dan Bupati itu? Oh no!

Sontak, KPK pun langsung nyamber kesempatan ini. Kabarnya, Tim Cicak akan beraksi di Papua mencari tahu kemana larinya dana otsus mereka. Tanpa dikomando, Pemerintah pun ramai-ramai buka mulut, layaknya paduan suara. Baik Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut serta bersuara.

Seolah enggak mau kalah, kini para wakil rakyat di Parlemen juga ikut nyanyi. Liriknya pun sama, mempertanyakan efektivitas dana otsus. Nah lho, sekarang yang paling kalang kabut pasti Gubernur Papua dan Bupati Asmat. Hayo, ada di mana itu dana otsusnya Mama, apa Mama sudah simpan di perut dan dompet sendiri? Haduh, tega nian Mama.  (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...