HomeCelotehParpol Tersandung Perempuan

Parpol Tersandung Perempuan

Selama masa verifikasi faktual, ternyata masih banyak parpol yang tersandung dengan jumlah keterwakilan perempuan. Perempuan di parpol masih langka?


PinterPolitik.com

“Sangat jelas bahwa verifikasi parpol ini sangat memperlihatkan parpol memerlukan perempuan untuk bisa menjadi peserta pemilu.” ~ Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini

[dropcap]V[/dropcap]erifikasi faktual partai politik (Parpol) masih berlangsung, baik di pusat maupun daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dari 12 parpol yang saat ini sudah di verifikasi, sangat jelas terlihat kalau para parpol ternyata masih banyak yang belum memenuhi keterwakilan perempuan.

Padahal, sudah sejak lama KPU menyatakan kalau parpol harus memenuhi syarat 30 persen keterwakilan perempuan dalam pengurusan organisasinya. Nah, kalau di dalam tubuh partainya saja masih sulit memberikan peluang bagi perempuan untuk berkiprah, gimana mau ramah sama permasalahan perempuan nantinya?

Tapi naga-naganya, keterwakilan jadi semacam ‘beban’ tersendiri bagi sebagian parpol, kenapa begitu ya? Apakah karena partai mereka enggak ada yang bisa merayu, sehingga enggak ada perempuan yang mau bergabung? Atau mereka memang enggan melibatkan perempuan akibat ego laki-laki? Wah, menyedihkan sekali.

Politik, bagi perempuan memang bukan bidang yang menyenangkan. Banyaknya intrik, konspirasi, dan manipulasi, mungkin membuat ngeri dan rumit untuk digeluti. Padahal, perempuan itu kalau soal debat, seharusnya sih lebih mahir ya. Begitu juga soal sikut menyikut, sepertinya malah yang lebih ahli.

Enggak percaya? Coba saja masuk gerbong khusus perempuan di Kereta Komuter, terkadang perempuan jauh lebih sadis dan tanpa hati daripada laki-laki. Jadi seharusnya sih, perempuan bisa lebih tangguh dan ahli di bidang politik dibanding para laki-laki yang kerap “lemah” bila berhadapan dengan perempuan.

Baca juga :  Mimpi Jokowi Bukan Mimpi Mega?
- Advertisement -

Jadi masa sih, para parpol itu enggak bisa mengincar perempuan-perempuan tangguh untuk dijadikan kadernya? Apa karena mereka enggak pernah naik Kereta Komuter? Atau jangan-jangan, parpol sendiri yang masih antipati pada adanya perempuan di politik? Haduh, hari gini masih mentingin patriarki??

Semoga saja dengan adanya verifikasi pada semua parpol ini, mampu memberikan peluang kembali bagi para perempuan untuk berkiprah di dunia politik. Sebab perempuan pun bagian dari negeri ini, sehingga hak-haknya harus ikut terwakili. (R24)

spot_img

#Trending Article

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...