HomeCelotehSandiaga Kampanye Tanpa Donatur?

Sandiaga Kampanye Tanpa Donatur?

“Aku lelah karena cinta, aku muak dengan puisi dan sajak, tapi uang membuatku bahagia sepanjang masa.” ~Hilaire Belloc


PinterPolitik.com

Dana kampanye itu besar banget yaaa… Apalagi kalau targetnya ingin menggombali rakyat se-Indonesia raya. Ulala-ulala, buat ongkosnya aja sudah berapa, belum relawan, alat peraga kampanye, dan lain-lain. Makannya, aneh bener kalau dana kampanye sepasang capres-cawapres cuma Rp 2 miliar.

Wkwkwk, langsung ketahuan deh ya mau bahas pasangan calon yang mana. Iya tahu sih kalau itu cuma dana awal. Masih ada kemungkinan akan beranak pinak. Tapi kok cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno terus-terusan pamer kegalauan ya? Galau gitu karena dana kampanyenya tidak seberapa dibanding kubu sebelah yang sampai Rp 11 Miliar.

Lah, emang uang Bang Sandi yang bejibun itu pada ke mana? Nggak mungkin habis untuk jatah belanja istri kan? Hohoho.

Eike sih percaya nggak percaya gaes kalau Sandiaga bener-bener ambil pusing dengan dana kampanye. Tapi bukannya dulu diajak maju di pilpres karena punya fulus ya? Masa iya, sama partai koalisi aja berani bagi-bagi, buat dirinya sendiri nggak ada? Ehhh…

Tapi gimana ya gaes, makin hari kandidat terganteng dan termuda kita ini makin terlihat nggak punya uangnya.

Sandiaga Uno ingin buktikan bisa biayai kampanye tanpa hibah para donatur. Bagaimana menurutmu? Click To Tweet

Untuk menambah dana kampanye, Sandiaga mengaku telah menjual saham yang ia miliki di PT Saratoga Investama Sedaya TBK (SRTG). Doi blak-blakan bilang, kalau hal tersebut dilakukan untuk membuktikan bahwa uang kampanye yang digunakan Koalisi Adil Makmur memang berasal dari koceknya sendiri.

Aihhh, jadi inget sama kampanye siapa ya? Dulu juga ada tuh yang menarik simpati rakyat dengan menunjukkan diri sebagai calon independen yang tidak menerima hibah dana dari konglomerat mana pun. Kalau pun terima sumbangan, maunya cuma dari rakyat. Siapa yaa? Hehehe.

- Advertisement -

Emang rakyat tuh sukanya sama pemimpin yang sederhana. Yang kelihatannya nggak punya uang, nggak dekat sama konglomerat, yang latar belakangnya orang susah, yang rada patut dikasihani gitu. Ehh.. Tapi gimana dong, dari dulu citra Bang Sandi kan sudah sebagai pengusaha muda tampan nan sukses. Hehehe.

Menurut Sandi, penjualan saham Saratoga yang dia lakukan pada masa kampanye ini memang cukup menguntungkan mengingat nilainya sedang dalam keadaan baik.

Baca juga :  Siasat Kartu Nama Erick di G20?

Sandiaga diketahui melepas sahamnya di emiten berkode SRTG sebanyak 51.400.000 lembar senilai Rp 194,08 miliar. Saham itu dijual di harga Rp 3.776.

Wadaw, nggak kaget ya gaes. Jual baju dan topi bekas saja bisa dapat Rp50 Juta. Apalagi saham? Mantap betul. Eh tapi jual saham gitu kalau ujung-ujungnya kalah nggak apa-apa tuh? Hehehe. (E36)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...