HomeCelotehJurus Rayuan Gombal PAN

Jurus Rayuan Gombal PAN

“Pak Joko Widodo dengan berbagai penampilannya sudah menunjukan presiden untuk semua. Misalnya seperti pembangunan infrastruktur (Indonesia Sentris). Karena infrastruktur itu adalah dasar dari pembangunan.” ~ Wakil Ketua Umum PAN, Bara Krishna Hasibuan.


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]erkadang untuk bisa mendapatkan hati sang gebetan, diri ini gak cukup hanya dengan memperlihatkan ketampananbelaka. Kalau cuma urusan ketampanan mah udah biasa. Tapi beda cerita kalau upaya itu sedikit dibungkus dengan jurus rayuan gombal. Beuh, pasti ciamik tuh hasilnya. Wanita mana sih yang tahan kena rayuan gombal laki-laki?

Dan asal tau aja, rayuan gombal kayak gini juga ada loh di dunia politik. Karena disaat masa penjajakan komunikasi antar Partai Politik, rayuan yang dilancarkan pada partai lain merupakan jurus yang relatif ampuh. Apalagi kalau secara kebetulan kita tau si gebetan emang mudah hatinya untuk dirayu. Prikitiew.

Dan dalam konstelasi politik saat sekarang ini,PAN yang digawangi Zulkifli Hasan sepertinya memberanikan diri merayu gombal gebeteanincerannya. Mmm, siapa ya? Eits, jangan salah, meski PAN digadang-gadang bagian Sekretariat Bersama (Sekber) dengan Gerindra, tapi diem-diem hatinya melirik Pakde Jokowi loh.

Mungkin di mata PAN, Pakde Jokowi ini memiliki perawakan bak wanita cantik. Jadi terasa lebih menggoda ketimbang sosok Prabwo Subianto. Ya sudah lah, toh itu pertimbangan mereka.Terus apa iya dengan modal rayuan gombalan bisa meluluhkan hati Jokowi? Cius?

Kalau kata Wakil Ketua Umum PAN, Bara Krishna Hasibuan, Pemerintahan Jokowi itu udah lumayan sukses loh. Terbukti setiap pendekatan yang dilakukan dirasa cukup efisien. Salah satunya gak bertele-tele dalam hal regulasi dan lebih fokus untuk eksekusi dan realisasi. Beuh, mantap jiwa.Btw, contoh konkritnya apa?

Bagi PAN, contoh yang paling nyata adalah pembangunan infrastruktur yang Indonesia sentris. Memang sih nilai kemanfaatan dari pembangunan ini baru benar-benar bisa dirasakan 10-20 tahun ke depan. Tapi kalau gak dari sekarang dilakukan, ya kapan lagi coba? Terlebih segala sesuatunya dieksekusi dengan baik.

Baca juga :  Bima Arya Nge-fans ke Ganjar?

Nah atas dasar itu tuh PAN menilai bahwa Jokowi adalah sosok yang sukses membawa Indonesia ke arah yang benar. Dan untuk itu perlu didukung untuk bisa melanjutkannya kembali. Mmm, ya boleh lah.Tapi inget loh ya, gak ada makan siang yang gratis dalam politik. Kalau mau mendukung, PAN bisa memberikan sumbangsih apa emangnya? Kalau gak ada, ya itu mah sama aja numpang dompleng. Masa rayuan gombalnya cuma untuk numpang kekuasaan doang? (K16)

spot_img

#Trending Article

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mantra “Yakusa” Mahfud Buat Anies?

“Siap hadir ke arena Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Yakin usaha sampai (Yakusa) untuk membangun insan cita HMI” –   Mahfud MD,...

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Jokowi dan Misteri Rambut Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut pemimpin yang pikirkan rakyat punya rambut warna putih. Siapa yang dimaksud oleh Jokowi?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...