HomeCelotehJokowi Gombalin Rakyat?

Jokowi Gombalin Rakyat?

“Presiden kita itu tak ada satupun yang membicarakan kesejahteraan rakyat. Saya berkesimpulan presiden-presiden kita ini gombal semua, tidak ada yang memperhatikan rakyat. Tentu saja termasuk Jokowi.” ~ Sri Bintang Pamungkas.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]engkritik seseorang memang terasa lebih mudah ketimbang menjadi orang yang dikritik. Ya seperti halnya saat suporter sepak bola yang menuding kekalahan klub idola akibat tidak becusnya bermain saat di lapangan. Kalau dibalik kondisinya, apa iya suporter itu bisa membuktikan diri main lebih baik? Eike rasa gak mungkin deh.

Begitulah dunia nyinyir ala politik di negeri kita ini. Ramai-ramai berbagai pihak muncul ke permukaan menyuarakan kritikannya terhadap kinerja Pemerintah dan Presiden. Ada yang mengkritik dengan santun berikut dasar yang kuat. Tapi ada pula yang asal ceplas-ceplos dan gak berdasar. Yang penting ngeritik.

Dan salah satu yang hobi ceplas-ceplos kritik ngasal kayak gitu ya Sri Bintang Pamungkas. Dia baru-baru ini menggelar diskusi bertema “Menggugat 20 Tahun Reformasi-Daulat Rakyat Dapat Apa?” di Rumah Kedaulatan Rakyat, Jakarta Selatan, Minggu lalu. Niat banget ya sampai bikin diskusi publik.

Dari sudut pandang Bintang, meski negeri ini udah melewati reformasi tidak kurang dari 100 juta orang Indonesia masih miskin, tidak punya rumah, tidak punya tanah, dan tidak punya pekerjaan. Banya aja jumlahnya ya. Angka yang disebut itu hampir setengah dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 262 juta jiwa.

Sayangnya nih ya, lagi-lagi setiap orang yang berusaha mengkritik Pemerintah melulu asal tanpa data yang bisa dikonfirmasi validitasnya. Hadeuh. Kok masih ada ya orang kayak gini. Ini mah apa bedanya sama Amien Rais yang satu itu?

Menurut Bintang sejak reformasi hingga sekarang ini gak ada presiden yang benar-benar menjalankan janji kampanye terkait kesejahteraan rakyat. Ya tentunya termasuk Presiden Jokowi. Dan semua pemimpin seperti ini Bintang kategorikan dengan istilah Presiden yang cuma suka ‘gombal’ pada rakyatnya. Wedew.

Salah satu upaya sekarang agar masyarakat tidak miskin adalah pemerataan pendapatan atau dengan mengurangi harga komoditas di daerah terpencil. Ya kayak BBM satu harga di Papua itu. Di Jakarta juga udah dibangun banyak rusun untuk penghuni bantaran kali sebelumnya. Yang gak punya tanah udah diberikan sertifikat tanah.

Baca juga :  NasDem, Sahabat Sejati Jokowi?
- Advertisement -

Berkenaan dengan masalah pengangguran, diupayakan dengan meningkatkan mutu pendidikan agar setelah lulus, mereka bisa bersaing untuk masuk pasar kerja. Meski semua sektor belum terasa maksimal, tapi bukan berarti harus melulu dikritik. Itu sih tindakan kontra produktif. Karena yang sebenarnya membuat bangsa ini gak pernah maju adalah terlalu banyaknya orang-orang yang sibuk menyalahkan pihak lain disaat yang lain justru lagi sibuk membangun negeri ini. (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...