HomeCelotehJK Hobi “Berburu”

JK Hobi “Berburu”

Kecil Besar

“Tugas pemuda adalah menantang korupsi, setelah itu menjadi tua dan lupa betapa nikmatnya menantang korupsi. ”


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]enjadi sebuah pertanyaan besar, mengapa Wapres Jusuf Kalla (JK) mengajukan diri sebagai penggugat pasal tentang syarat calon presiden-wakil presiden di Mahkamah Konstitusi (MK)?

Apakah yang dilakukan JK ini berasal dari keinginan Jokowi? Atau ini memang hasrat JK untuk melakukannya? Entah JK atau Jokowi, yang pasti mereka merasa telah memiliki kecocokan dalam gaya kepemimpinan, yang akhirnya membuat mereka enggan untuk berpisah.

Dapat dibuktikan kok, di saat JK ngotot ke MK, Jokowi menahan deklarasi cawapresnya untuk 2019. Apa hal ini bukan indikasi Jokowi sedang menanti usaha yang di lakukan JK? Hehehe.

Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab JK menggugat ke MK. Mungkin karena perusahaan Kalla Group miliknya sedang mendapat ancaman dari KPK karena terindikasi melakukan tindak pidana korupsi di wilayah pengadaan listrik. Eh, itu gosipnya loh, nggak tau bener atau nggaknya. Weleh-weleh.

Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, apapun yang menjadi penyebab JK melakukan ini, mungkin tak perlu dipersoalkan. Karena sebagai warga negara, JK memiliki hak untuk menggugat.

Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sepakat dengan pendapat Mendagri? Atau kalian berpendapat bahwa tindakan itu adalah suatu hal menyimpang?

Tjahjo juga berpendapat bahwa batasan dua periode untuk posisi presiden dan wakil presiden yang disebutkan dalam Pasal 169 huruf n Undang-Undang Pemilu menimbukan tafsir ganda. Hal inilah yang perlu diperhatikan MK dalam mengambil keputusan.

Jadi, menurut Pak Tjahjo itu harus clear? Lalu, pengertian dua periode berturut-turut itu yang bagaimana? Ada yang mengatakan dua kali dilantik itu berturut-turut, ada yang mengatakan dua kali lima tahun, ada yang mengatakan dua kali tidak lima tahun.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Soal ini, Tjahjo berpendapat jabatan wapres yang diemban JK tidak berturut-turut, sehingga dia bisa mencalonkan diri lagi sebagai wapres. Sebagai orang yang pernah belajar di Fakultas Hukum ia melihat, ada jeda waktu itu tidak terkategori berturut-turut.

Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni menyebut JK sudah dua kali menjabat wakil presiden. Mestinya sudah cukup pengabdiannya sebagai orang nomor dua di Republik ini.

Langkah yang diambil JK menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang sangat ambisius, bukan lagi negarawan, tapi sudah menjelma menjadi pemburu kekuasaan. Uppss, kasihan JK lagi pusing cari jabatan hehehe. Jadi sekarang hobinya berburu ya, pak?

Dari pada pusing  mikirin korupsi  dan ngotot jadi wakil presiden lagi, mending kalian baca ungkapan dari Pramoedya Ananta Toer deh: “Seluruh kedudukan yang enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi. Angkatan tua itu sungguh bobrok. Hanya angkatan tua yang korup dan mengajak korup! Angkatan muda membuat revolusi melahirkan sejarah.” (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...