HomeCelotehFahri Si Pemuja Amien Rais

Fahri Si Pemuja Amien Rais

“Malang nasib kita, bukannya pemimpin tambah canggih, eh malah tambah amatir. Ini fakta yang membuat Amien Rais merasa terus harus bicara. Orang-orang harus dibangunkan, kebenaran harus disampaikan.” ~ Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]unia politik sebenernya gak serumit yang kita kira kok. Rumusan sederhananya, menyanjung sama dengan mendukung, sedangkan mengkritik bisa diartikan berbeda kubu. Jadi kalau kita liat ada politisi yang menyanjung politisi lain, itu artinya ia sedang mengidentikkan diri sama dengan sosok yang ia sanjung.

Umumnya sih, hal ini dilakukan dari dan sesama anggota partai. Ya lumrah lah ya, secara kan memang satu partai. Tapi ada kalanya, juga dilakukan oleh tokoh dari bendera partai yang berbeda. Biasanya, itu terjadi kalau ada kesamaan pandangan tertentu. Seperti kesamaan akan semangat gerakan #2019GantiPresiden. Wadezig.

Tapi di balik itu, pasti ada alasan personal masing-masing lah ya. Ada yang ingin dompleng kesuksesan karir politisi lain, ada juga yang dalam rangka ‘menjilat’ agar diperlancar loncat masuk ke partai lain. Ya seperti yang dilakukan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, yang baru-baru ini mengelu-elukan Amien Rais via media sosial.

Apa yang dicuitkan Fahri, kok berasa kayak ‘menjilat’ Amien gitu ya? Iuh, kok eike jadi geli ya. Apa yang dilakukan Fahri ini, sebagai bentuk ketidaksetujuannya terhadap Netizen yang belakangan mencibir tindak-tanduk Amien, pasca dirinya berniat maju sebagai Capres.

Baca juga :  Ahok Ternyata Cuma Nomor 5

Jadi ibarat ada yang melukai “majikannya”, terus si Fahri jadi marah gitu? Tapi karena sadar takut ikut di-bully, Fahri lantas mengemasnya dengan pujian kepada Amien. Ketimbang membalas kritikan Netizen terhadap celetukan Amien, dia malah memilih memuji-muji Amien, main aman gitu deh, hahaha.

Kan lumayan, dengan menyanjung Amien, setidaknya Fahri akan diidentikkan sebagai sosok yang tetap mendukung #2019GantiPresiden. Selain itu keuntungan pribadi lain yang bisa didapat, adalah kemungkianan Fahri diterima di Partai Amanat Nasional besutan Amien itu sendiri. Mmm, sudah eike duga!

- Advertisement -

Si Fahri kayak orang pinter keblinger gini ya. Kalau memang banyak Netizien yang mengkritik Amien, artinya harus ada yang diintrospeksi dalam dirinya, bukan lantas malah membelanya dengan cara menyanjung-nyanjung secara berlebihan. Memang susah deh kalau udah ngefans berat. Hadeuh. Coba renungkan perkataan filsuf Voltaire (1694-1778) deh: “It is difficult to free fools from the chains they revere.” (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...