HomeCelotehFahri: Ini Polri atau Kompeni?

Fahri: Ini Polri atau Kompeni?

“Apakah ada teroris bersenjata dalam kampus? Apakah mereka bikin markas teroris di kantor Menwa? Kenapa senang menampakkan pasukan bersenjata masuk kampus? Ini Polri atau Kompeni?” ~ Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]yo, ada yang tau persamaan penyakit kulit panu pada tubuh dengan radikalisme di Indonesia? Yup, keduanya sama-sama dapat menjalar melalui media yang dihinggapi dan bisa memperluas area yang terinfeksi. Bayangin aja rasanya kalau panu gak segera diobati di awal kemunculannya, beh, bisa jadi tambah luas tuh panu di kulit.

Apalagi kalau panu itu dengan sengaja dipelihara, yang ada nanti seluruh tubuh ini bisa jadi putih cling-cling kayak boyband Korea, hahaha. Nah, begitu juga dengan paham radikalisme di Indonesia. Paham ini kan gak serta-merta muncul bak hujan saat teriknya sinar matahari di siang hari. Jadi gak ujug-ujug nongol.

Radikalisme bisa tetap eksis di Indonesia hingga kini, ya karena ada pihak-pihak yang memang dengan sengaja menanam bibit ini dengan berbagai upaya. Salah satunya yang dianggap cukup efektif dalam pembibitan paham radikalisme yaitu dengan memanfaatkan lembaga pendidikan seperti kampus. Wew.

Hal itu terbukti saat Densus 88 menangkap tiga orang terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di kawasan Universitas Riau pada Sabtu lalu. Ketiganya merupakan alumni kampus tersebut. Waduh, ini kampus kok udah kayak produsen teroris aja sih. Yang kayak gini nih yang justru ngerusak citra kampus.

Tiga terduga teroris  itu tertangkap berikut barang bukti bom rakitan, senapan angin dan satu buah granat tangan rakitan. Penangkapan pelaku ini merupakan pengembangan atas keterangan dua terduga teroris yang diringkus sebelumnya. Keduanya juga mantan mahasiswa di univesitas yang sama dengan pelaku.

Baca juga :  Prabowo, Sales Singkong di G20?

Nah kan, dari kasus ini terbukti kalau kampus itu pranata paling efektif untuk menanam bibit radikalisme. Tapi, uniknya nih ya, ternyata masih ada aja loh pihak-pihak yang menampik fakta ini. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

- Advertisement -

Entah kenapa kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini justru menyayangkan sikap Polri yang agresif menangkap terduga teroris itu di dalam kampus. Menurutnya tindakan tersebut hanya bentuk represif terhadap terhadap aktivis Islam. Fahri berani jamin, kampus bukan sarang teroris seperti yang Polri duga.

Lah, ini Bang Fahri gak bisa bedain individu bibit terorisme dengan aktivis Islam? Apa dia gak percaya sama yang dilakukan Polri dalam menumpas terorisme di Indonesia? Wakil rakyat kok malah nyinyirin langkah Polri ini sih? Di sisi lain argumen Bang Fahri ini malah seakan melindungi terduga teroris itu atas nama aktivis Islam.

Aktivis Islam dari Hongkong? Justru adanya penangkapan berikut barang bukti di TKP, membuktikan jika sebagian pemeluk Islam telah terkontaminasi dengan paham radikal. Siapa mereka? Ya lebih spesifiknya yang tergabung dalam Jamaah Ansarut Daulah. Jadi gak usah malu untuk mengakui fakta ini. Apalagi malah menuding Polri melakukan upaya represif terhadap aktivis Islam. Jadi Bang Fahri, bela teroris apa gimana sih? (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...