HomeCelotehDukungan Semu Politisi Pragmatis

Dukungan Semu Politisi Pragmatis

Kecil Besar

“Mungkin dalam aspek prosedural dianggap ada etika yang dilanggar. Tetapi, di mata pasien stroke bukan soal prosedur itu, tetapi soal kesembuhan yang diharapkan. Memenuhi etika kedokteran kalau tidak menyembuhkan, ya untuk apa?” ~ Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]osok dokter Terawan Agus Putranto kini tengah ramai diperbincangkan khalayak, usai dirinya dipecat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akibat metode pengobatan “Cuci Otak” nya yang diklaim bisa menyembuhkan penyakit stroke. Ajib bener dah dr. Terawan.

Sifat pemecatannya sendiri memang gak permanen sih, hanya 12 bulan. Tetapi selain pencabutan hak anggota IDI itu, dr. Terawan juga tidak diperkenankan untuk membuka pratek selama masa tersebut. Ini mah udah jatuh tertimpa tangga pula. Kician banget sih dia.

Padahal metode pengobatan “Cuci Otak” dr. Terawan ini bukan malapraktik loh. Tapi karena Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) menganggap ada pelanggaran kode etik berat di dalamnya, ya udah deh dr. Terawan diberi sanksi. Kayak lebay gitu deh sanksinya.

Sedikit banyak, masyarakat ikut bersimpati dengan kondisi dr. Terawan ini. Karena apa yang dilakukannya pada perkembangan ilmu kedokteran, bak ‘Air susu dibalas air tuba’. Para politisi pun gak luput ikut bersimpati, terutama itu tuh yang lagi pada ikut Pilkada.

Salah satunya, simpati yang disampaikan calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyerukan dukungan penuh kepada dr. Terawan yang memiliki terobosan luar biasa di bidang medis dan diklaim bisa menyembuhkan stroke dengan terapi “Cuci Otak”.

Dedi beranggapan, IDI hanya berfokus seputar etika prosedural tanpa melihat secara keseluruhan mengenai kemaslahatan hasil pengobatan yang dilakukan dr. Terawan. Jadi wajar aja dung ya, kalau sanksi yang dijatuhkan pada dr. Terawan dianggap ada indikasi persaingan profesi sesama dokter?

Tapi ya namanya politisi, gak ada yang bener-bener mengatakan sesuatu dari hati. Pasti itu semua demi tujuan politis tertentu. Yup, Dedi sebagai Cawagub Jabar ini memang lihai banget memanfaatkan isu yang sedang berkembang. Aji mumpung lah, dompleng popularitas dari kasus orang lain.

Siapa tau nanti banyak masyarakat yang melihat Dedi sebagai sosok yang peduli dengan nasib sesama. Tapi emangnya apa yang didapat dr. Terawan dengan dukungan moril Dedi ini? Gak ada lah. Tapi sebaliknya, Dedi bisa mengarahkan simpatik masyarakat tersebut demi meningkatkan popularitasnya. Jiah, ini mah namanya sama aja menari di atas penderitaan orang lain. Politisi pragmatis yang kayak gini ini mah. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...