HomeCelotehdr. Terawan, Malaikat Penyelamat Politisi

dr. Terawan, Malaikat Penyelamat Politisi

Kecil Besar

“Saya pernah dibantu dr. Terawan sehingga saya fit dan bisa pidato sampai lima jam. Jadi tolong, Pak Terawan itu aset bangsa. Saya bukan ahlinya, tapi saran saya ke IDI, cari titik yang baik.” ~ Prabowo Subianto.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]alang kian nasib Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto. Akibat metode “Cuci Otak” yang diklaim bisa menyembuhkan stroke, kini dirinya ‘dipecat’ atau diberhentikan sementara sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) menganggap, dr. Terawan telah melanggar kode etik berat sehingga perlu diberikan sanksi. Tapi di saat yang bersamaan, banyak yang menyayangkan pemecatan ini. Pasalnya banyak juga nyawa yang terselamatkan akibat metode “Cuci Otak” dr. Terawan.

Seperti halnya dukungan yang baru-baru ini bergulir dari sejumlah politisi ke pada dr. Terawan. Beberapa politisi dan pejabat petinggi negeri ini memang sudah banyak yang pernah merasakan manfaat nyata dari metode “Cuci Otak” dr. Terawan. Wah, itu artinya pengobatannya terbukti tokcer dung ya.

Beberapa nama yang sempat menjadi pasien dr Terawan diantaranya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhono (SBY), Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, dan Anggota DPR dari Fraksi PAN Eko Patrio.

Ada juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, dan Wakil Presiden era Soeharto Tri Sutrisno.

Waduh waduh, banyak politisi kelas kakapnya juga ya ternyata. Ini mah artinya udah banyak pihak yang percaya dengan keberhasilan metode “Cuci Otak” dr. Terawan. Pantesan aja para politisi ini ramai-ramai menggaungkan tagar #SaveDokterTerawan sebagai bentuk dukungan.

Kayaknya memang jadi politisi itu berat ya, banyak tekanan di mana-mana yang bisa bikin stres hingga stroke. Apalagi kalau udah masuk tahun politik seperti Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang, dijamin nanti makin bertambah deh politisi yang kena stroke, vertigo, dan penyakit lain-lainnya itu, buahahaha. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...