HomeCelotehDPR ‘Tertangkap Basah’ di Hotel

DPR ‘Tertangkap Basah’ di Hotel

Kecil Besar

“Welcome to the Hotel California” – Eagles, Hotel California


Pinterpolitik.com

DPR kayaknya lagi kejar setoran ya. Berbagai rancangan Undang-Undang penting yang berpotensi mempengaruhi kehidupan banyak tengah dikebut para anggota dewan itu. Ibarat mahasiswa mau ujian, DPR lagi menjalankan SK alias Sistem Kebut Semalam. Ckckckck.

Nah, di antara sistem kebut-kebutan yang dilakukan DPR tersebut, terselip sebuah regulasi penting, yaitu Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Ya wajar aja sih, kalau ini dianggap mendesak, soalnya KUHP kita udah dari zaman Belanda cuy.

Yang jadi perkara, ternyata pembahasan RKUHP ini masih menyisakan sejumlah kontroversi. Salah satu yang mengkhawatirkan banyak pihak adalah soal pasal penghinaan presiden yang sebenarnya pernah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Belum lagi, ada pasal-pasal terkait hal pribadi masyarakat yang bisa bikin mereka terjerat. Perkara-perkara seperti sikap agnostik, hubungan seks di luar nikah, hingga kumpul kebo bisa dikriminalisasi.

Eh eh eh, yang bikin tambah runyam, dalam pembahasan pasal-pasal krusial di RKUHP ini, para wakil rakyat memilih rapat di hotel mewah. Wow, enaknya ya.

DPR kalau rapat di hotel itu ngapain aja ya? Emangnya mungkin cuma bahas undang-undang aja? Share on X

Kalau kata anggota Komisi III dari Fraksi PPP Arsul Sani, alasan DPR itu bahas RKUHP di hotel karena kalau pegal bisa langsung pijat. Hah, gimana gimana?

Pegal. Hotel. Pijat. Wah, buat laki-laki dewasa, mendengar kata-kata hotel dan pijat itu akan keingetan ke soal yang gitu-gitu loh. Tolong bantu jernihkan kepala kami, biar tidak suuzan. Para anggota dewan ini gak rapat sambil melakukan hal-hal yang dipikirkan laki-laki dewasa itu kan?

Iya sih, kita semua mengerti kalau Pak Arsul Sani itu cuma bercanda. Tapi, rapat DPR kan biasa diliput media, kok untuk regulasi yang penting semacam RKUHP, malah dibahas tertutup di hotel? Padahal kan yang tertutup itu bikin curiga dan penasaran. Hmmmm.

Di luar itu, dalam RKUHP itu banyak pasal-pasal soal ‘ranjang’ yang dipersoalkan banyak pihak karena bisa mengganggu hak privat masyarakat. Kan aneh juga kalau anggota DPR yang melarang pasal-pasal soal ‘ranjang’ itu justru tertangkap basah di hotel karena perkara ‘ranjang’.

Baca juga :  Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Perkara curiga-curigaan ini sebenarnya bukan cuma soal pijat dan pegalnya aja. Rapat yang gak dipublikasikan prosesnya ini rawan dibajak oleh deal-deal politik tertentu.  Bisa aja kan ada yang dapet sesuatu karena meloloskan pasal tertentu dalam RKUHP. Lagian, sekarang kan lagi mau bahas menteri.

Duh, jadi suuzan lagi. Ya udah deh, yang penting kalau emang serius RKUHP ini buat kepentingan masyarakat, harusnya bisa dibahas lebih serius dan gak mengganggu hak-hak rakyat. Kalau masih mencurigakan gini, mungkin aja harus ditunda RKUHP-nya, nanti bisa ‘digerebek’ masyarakat. (H33)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...