HomeCelotehDokter Terawan “Dipaksa” Urus Kerokan?

Dokter Terawan “Dipaksa” Urus Kerokan?

“Sudah teruji secara klinis.” – Iklan obat herbal di televisi


 PinterPolitik.com

Dokter Terawan sepertinya sering dihadapkan dengan metode kesehatan yang agak beda dari dokter kebanyakan. Pasalnya setelah sempet bermasalah dengan IDI karena terapi cuci otak yang menggunakan digital substraction angiography (DSA), sekarang beliau diminta menjajal metode tradisional seperti jamu dan kerokan sebagai terobosan dalam bidang kesehatan.

Pihak yang memberi gagasan untuk menjadikan jamu dan kerokan sebagai terobosan baru pengobatan alternatif itu Komisi IX DPR RI. Tapi sih kayaknya Dokter Terawan mau aja denger usul DPR, alasannya pun karena ingin mengangkat kembali kearifan lokal dan mengembangkan UMKM.

Lagian ya pak, jamu sama kerokan itu bukan terobosan baru. Itu mah dari jaman nenek moyang ngunyah sirih udah ada kali. Alasannya memang bagus, jamu kan berasal dari tanaman obat yang punya khasiat tertentu. Tapi kalo kerokan itu gimana ya…

Pasalnya ngerok orang kan ga bisa sembarangan. Tidak semua orang punya keahlian yang cukup aman buat ngerok. Apalagi jika dilakukan terhadap pasien yang mengalami pembekuan darah atau selesai operasi. Bukannya sembuh malah bisa langsung bertemu Sang Pencipta.

Bapak ini dokter, mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto pula kok ngomongin kerokan sih. Lagi pula ngapain ke dokter kalo bisa kerokan di rumah yang gratis. Pengejawantahan kearifan lokal yang ekonomis tentu lebih akomodatif buat kaum kelas menengah ke bawah. Apa ini siasat untuk menekan angka pengguna BPJS?

Pak Terawan ini masih ngambek sama IDI atau gimana ya? Kok bisa-bisanya dengerin ide tentang metode yang belum teruji sepenuhnya secara ilmiah. Agaknya gak baik kalo bapak ngambek terus-terusan, Bapak kan kemarin baru rujuk kembali dengan IDI.

- Advertisement -

Daripada ngurusin metode yang masih banyak dipertanyakan keampuhannya mendingan bapak fokus ke BPJS dulu. Tagihan BPJS kan bakal naik tuh awal tahun depan, yakin bakal nutup defisit? Atau enggak, jangan masalah duit dulu deh tapi beban moral bagi pengguna BPJS yang lalai, kasian kan yang mau berobat tapi gak punya uang jadi terbebani. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Siapa Cocok Jadi Cawapres Ganjar?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Prabowo dan Kucing-kucing Politik

Ketum Gerindra Prabowo Subianto menyapa followers-nya dengan foto kucing di Twitter. Inikah kucing-kucing politik ala Prabowo Subianto?

Kaesang, Milenial-Gen Z Tipikal?

Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, dikabarkan tertarik untuk masuk politik. Apakah Kaesang ini Milenial-Gen Z tipikal?

Siapa Cocok Jadi Cawapres Ganjar?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebut eksistensi calon pengantin adalah syarat pertama nikah. Bagaimana dengan cawapres buat Ganjar?

Di Balik ‘Panggil-panggil’ ala Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) panggil banyak figur, mulai dari menteri, pimpinan partai, pimpinan ormas, hingga akademisi. Ada apa di balik ini?

Janji Anies untuk Prabowo Palsu?

Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Anies Baswedan punya sebuah perjanjian dengan Prabowo Subianto. Apakah janji itu hanya janji palsu?

Ganjar Perlu Kalkulasi Lagi di 2024?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Rawon Kalkulator di Surabaya. Apa Ganjar perlu belajar 'kalkulasi' 2024 ke mereka?

AHY Bukan Jodoh Anies di 2024?

Partai Demokrat telah umumkan dukung Anies Baswedan sebagai capres 2024 tetapi serahkan cawapres ke Anies. Apakah AHY bukan jodoh Anies?

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...