HomeCelotehDjarot-Sihar Menang Banyak

Djarot-Sihar Menang Banyak

Kecil Besar

“Saya JR Saragih mengajak tim dan segenap relawan untuk memenangkan Djarot-Sihar. Sekali lagi mari kita menangkan Djoss agar Sumut dapat lebih baik lagi. Horas, horas, horas.” ~ Jopinus Ramli (JR) Saragih.


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]agai mendapatkan durian runtuh, begitulah pepatah yang sekiranya tepat untuk menggambarkan suasana hati pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Gimana gak? Setelah sebelum ini salah satu Paslon dinyatakan tidak memenuhi syarat maju dalam Pilkada Sumut 2018, Paslon tersebut kini malah mendukung Djarot-Sihar.

Dukungan tersebut disampaikan JR Saragih dalam sebuah video singkat berdurasi 31 detik yang dipublikasikan pada Senin (2/4). JR Saragih menghimbau agar relawan JR-Ance dan Pecinta JR Saragih untuk ikut mendukung pasangan Djoss. Wah, menang banyak ni Pak Djarot.

Tapi menariknya nih ya, pernyataan JR Saragih tersebut gak mewakili Partai Demokrat loh. Partai yang menaunginya itu berkilah bahwa apa yang disampaikan dalam video itu adalah pendapat pribadi. Lha gimana ceritanya ini? Pak Saragih lagi membelot dari Demokrat emangnya?

Pemberhentian JR Saragih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumut oleh mekanisme Partai, sepertinya sedikit banyak membuat dirinya merasa terbuang dan terkucilkan. Partai yang membesarkan namanya selama ini ternyata mencampakkannya. Malang kian nasibmu coeg. Cup cup jangan sedih.

Bisa dung kita menduga kalau pesan dalam video tersebut merupakan pernyataan politis untuk mencari rumah baru? Ya siapa tau nanti bisa nyantol masuk di PDI-P atau PPP. Toh politik itu sifatnya dinamis. Karena gak ada yang namanya permusuhan abadi dalam politik. Yang ada kepentingan bersama.

Sejauh ini, Djarot-Sihar diusung dua parpol: PDIP dan PPP, dengan kekuatan 20 kursi DPRD Sumut. Sedangkan Edy-Ijeck diusung 6 parpol: PKS, Hanura, Golkar, PAN, Gerindra, dan NasDem, dengan kekuatan 60 kursi DPRD Sumut. Mmm, lumayan banyak juga ya partai pendukungnya.

Dengan tak lolosnya JR Saragih-Ance, maka parpol pendukungnya, yaitu Partai Demokrat, PKB, dan PKPI, harus mengelus-elus dada di Pilgub Sumut 2018. Mereka terpaksa menjadi anak tiri pendukung Paslon Cagub yang sudah diusung partai lain. Kalau ini mah, udah jatuh tertimpa tangga plus durian, kician.

Djarot sendiri juga mengucapkan terima kasih atas dukungan JR Saragih. Semoga akan lahir Sumut yang bersih, ‘Sumut’ (Semua Urusan Mudah dan Transparan), Sumut baru yang manusianya, masyarakatnya, dan otaknya cemerlang, hatinya senang, perutnya kenyang, isi dompet tak kurang. Sa ae Pak Djarot, hahaha. (K16)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...