HomeCelotehDemokrat Si Penakluk Pangeran

Demokrat Si Penakluk Pangeran

“Kalau ada dua pangeran, satu namanya Prabowo, satu Jokowi, dan dia mencari pasangan. Nah biar Demokrat menjadi gadis cantik itu. Jadi si gadis cantik ini nanti bisa ke sana, bisa ke sini.” ~ Sekretaris Jenderal Demokrat, Hinca Pandjaitan.


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]pa kalian pernah membaca cerita dongeng roman picisan seorang gadis cantik yang mencintai dua orang pangeran tamvan? Apapun awal cerita cinta mereka, pada akhirnya si gadis cantik itu tetap harus memilih satu orang yang akan dijadikannya sebagai suami pendamping hidup. Dan ternyata cerita dongeng roman picisan ini ada juga di dunia nyata.

Kisah roman picisan ini bahkan juga terjadi di dunia politik loh. Ayo tebak siapa gadis cantiknya dan siapa yang jadi kedua pangeran tadi? Uuuu, jadi kepo kan? Nih ya eike kasih tau. Yang jadi pangeran tamvannya itu si Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi), sedangkan yang menjadi gadis cantiknya Demokrat.

Demokrat saat ini memang sedang dalam kondisi serba keki. Ya gimana gak gitu? Rencana mereka untuk menjadi inisiator koalisi poros ketiga gak kunjung terealisasi hingga detik ini. Masing-masing partai pada sibuk dengan agendanya masing-masing. Kan bete juga kalau dikacangin terus-menerus kayak gitu. Kician.

Pada akhirnya Demokrat harus menentukan pada pilihan untuk memilih di antara dua sosok pangeran tamvan. Mmm, kira-kira Demokrat bakal pilih yang mana ya? Secara dua-duanya ganteng HQQ bikin lumer gitu. Ayo, pilih pangeran yang udah berpengalaman memimpin apa yang masih ijo nih? Cie cie, prikitiew.

Tapi eike yakin Demokrat bakal menimang dengan masak kok sebelum memutuskan menjatuhkan pilihan pada siapa hatinya akan berlabuh. Karena pilihannya itu yang menentukan apakah si gadis cantik ini akan menjadi permaisuri di Indonesia, atau sekedar jadi ratu sejagad semalam karena kandas saat Pilpres.

Baca juga :  Anies Jalan Santai Menuju 2024?

Dan sebaliknya, baik Prabowo dan Jokowi harus pandai-pandai memutuskan gadis siapa yang akan mereka pinang sebagai calon permaisuri. Kalau salah memilih, apa yang diperjuangkan hanya akan sirnah dalam sekejap. Tapi kalau pilihannya tepat, beuh, jangankan Indonesia, dunia pun akan bisa ditaklukkan. Ya seperti perkataan pemimpin Jerman, Kaiser Wilhelm II (1859-1941): “Give me a woman who loves beer and I will conquer the world.” (K16)

 

- Advertisement -

 

spot_img

#Trending Article

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mantra “Yakusa” Mahfud Buat Anies?

“Siap hadir ke arena Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Yakin usaha sampai (Yakusa) untuk membangun insan cita HMI” –   Mahfud MD,...

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Jokowi dan Misteri Rambut Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut pemimpin yang pikirkan rakyat punya rambut warna putih. Siapa yang dimaksud oleh Jokowi?

Biden Bikin Circle Sendiri?

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menggelar rapat darurat dengan pemimpin-pemimpin negara anggota G7 – seperti Kanada, Italia, Jerman, Prancis, Britania (Inggris) Raya, dan...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...