HomeCelotehDemokrat Buang Kader Korup

Demokrat Buang Kader Korup

Kecil Besar

“Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat memutuskan memberhentikan dengan tidak hormat saudara Amin Santono dari Partai Demokrat dan juga dari keanggotaannya di DPR.” ~ Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]alang kian nasib Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Amin Santono. Dirinya tercyduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap terkait usulan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada RAPBN-P tahun anggaran 2018. Yah, makin banyak deh kader Demokrat pergi ke ‘Hotel Prodeo’.

Si Amin ini memang diduga telah menerima uang suap ‎sebesar Rp 500 juta dari dua proyek di Kabupaten Sumedang dengan nilai total proyek sekira Rp 25 miliar. Uang Rp 500 juta tersebut diduga bagian dari total komitmen fee sebesar Rp 1,7 miliar. Waduh banyak amat fee-nya. Buat sendiri apa dikasih ke partai tuh?

Karena adanya OTT pada kader Demokrat ini. Partai di bawah naungan Susilo Bambang Yudhoyono ini secara resmi menghentikan Amin dari partai dan kursi DPR. Dan gegara KPK sudah memberikan status tersangka, kini Demokrat ogah memberikan bantuan hukum. Mamam tuh, lagian sih pake korupsi segala.

Kalau korupsi ini memang untuk memperkaya diri sendiri sih, wajar lah ya kalau Demokrat menindak keras kadernya yang nakal. Tapi kalau memang nanti terbukti ada aliran dana korupsi tersebut yang memang dipersiapkan ke partai tersebut gimana ayo? Itu mah namanya abis manis sepah dibuang, parah bet.

Ya begitulah dunia politik. Terkadang orang baik pun akan bisa korupsi jika memang partai yang menaunginya menghendaki itu. Itu juga kalau loh ya. Ya siapa tau kan yang niat korupsi cuma si oknumnya aja. Kalau kayak gitu kan yang jelek nama besar partai, iya gak! Jadi wajar aja Demokrat pecat nih orang.

Apakah pemecatan Amin sebagai kader bisa menciptakan image Demokrat sebagai partai yang bersih? Tapi kan eike juga gak lupa lah ya nama-nama seperti Jero Wacik (2016), Andi M. Mallarangeng (2015), Anas Urbaningrum (2015), Sutan Bhatoegana (2015), Angelina Sondakh (2015), Muhammad Nazaruddin (2013) yang udah lebih dulu menghuni ‘Hotel Prodeo’.

Sepintar-pintarnya tupai melompat, ya nanti pasti akan terjatuh juga. Mau korupsi di zaman now? Yakin emangnya lolos dari KPK? Gimanapun juga politik itu lekat dengan keidentikkan korupsi. Seperti halnya yang dikatakan filsuf Jonathan Swift (1667-1745), ‘Politics, as the word is commonly understood, are nothing but corruptions.’ (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...