HomeCelotehDeddy Mizwar Senang ‘Dimusuhi’

Deddy Mizwar Senang ‘Dimusuhi’

Kecil Besar

“Adanya pihak yang melapor ke Bawaslu adalah salah satu hambatan yang saya kira jadi tanda-tanda kemenangan.” ~ Deddy Mizwar


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]erhelatan Pilgub Jawa Barat terlihat ramai sekali, pasalnya terdiri dari empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Kalau calonnya banyak gini, bingung ga sih milih yang mana? Ga bingunglah, kan bisa melihat siapa calon Gubernur beneran dan siapa yang cuma jadi penggembira, weleeeh weleeeh. Lagian banyak amat sih, heuhh.

Nah kalau empat pasangan gini, kayaknya gesekan antar calon juga besar, makanya tak aneh kalau aduan pelanggaran sebagai alat serang salah satu calon pun gencar dilakukan. Alhasil, Bawaslu lumayan dibikin sibuk lah gara – gara aduan begitu, hmmm.

Tapi kalau adanya dugaan pelanggaran begitu, biasanya para pasangan calon ada yang deg – degan karena ketahuan melakukan kecurangan, misalnya ya, tapi belum ada sih weleeeh weeleeeh.

Yang menarik, calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar (Demiz) melompat kegirangan saat ada pihak yang melaporkannya ke Bawaslu. Lah kalau ada laporan Bawaslu bukannya ada dugaan pelanggaran ya? kok Demiz malah seneng begitu?

Ini dia anehnya Pilgub Jawa Barat, kemaren ada calon Wakil Gubernur yang kampanye di atas genteng. Nah ini lagi, malah kegirangan dilaporin ke Bawaslu gara – gara katanya melanggar aturan Pemilu, hadeuuhh aya – aya wae.

Kalau kata Demiz, semakin banyak pihak yang melaporkan dirinya ke Bawaslu artinya kemenangan sudah di depan mata. Lah kok gitu? Ga takut dianulir emang kepesertaan Pilgubnya? Ga takut sanksi?

Ya kalau urusan sanksi dan yang lainnya biarin aja Bawaslu yang urus, kan emang tugasnya Bawaslu. Tapi yang jadi pemikiran Demiz sih, semakin banyak upaya untuk menjatuhkan dirinya, berarti menandakan kalau lawannya sudah putus asa melihat kekuatan Duo DM.

Nah loh, pada ketakutan kalah kali ya dari Demiz, weleeeh weleeeh, pantesan Demiz kegirangan begitu.

Makanya kalau kata Sejarawan Skotlandia, Thomas Carlyle, apabila tidak ada musuh ya ga mungkin dong ada pertempuran, nah kalau ga ada pertempuran ga mungkin juga ada kemenangan.

Makanya, Demiz seneng aja kalau udah ada lawan yang mati kutu dan malah sengaja menghambatnya dengan cara melaporkannya ke Bawaslu. Ada pelanggaran inilah itulah, ciyeee dapet tanda – tanda kemenangan nih yee, weleeeh weleeeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...