HomeCelotehCawalkot Bekasi Mantan Napi?

Cawalkot Bekasi Mantan Napi?

Kecil Besar

Di Pilkada Bekasi 2018 nanti, PDI Perjuangan memutuskan mengusung calon tunggal yang juga mantan narapidana. Kabarnya, mantan napi yang juga mantan walikota Bekasi ini, elektabilitasnya masih tinggi!


PinterPolitik.com

“Kader PDI Perjuangan nggak ada yang kuat di Bekasi. Saya juga ini mau menjaga partai, jangan sampai ditinggalin orang.”

[dropcap]S[/dropcap]ungguh murni dan berdedikasi sekali, niat Mochtar Mohamad atau yang lebih sering disapa sebagai M2 (Em-two), pada partainya – PDI Perjuangan. Sampai-sampai, ia merelakan diri untuk datang mengambil formulir pendaftaran calon walikota (cawalkot) untuk bersaing dengan empat kandidat lainnya.

Dan betapa mulianya, ketika akhirnya Partai Banteng mendapuknya sebagai satu-satunya calon di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang, M2 dengan tangan terbuka langsung menerima. Walau sebenarnya dalam berbagai survei, namanya berada diperolehan suara yang enggak tinggi-tinggi amat.

Tapi apa mau dikata, pamor Pertahana Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu memang hanya bisa dipepet oleh M2. Sebagai mantan walikota Bekasi periode 2003-2008, ternyata ia masih punya pengaruh dan loyalis. Konon, merekalah yang mendorong-dorong pebisnis ini untuk kembali mencoba nikmatnya kursi walikota.

Apalagi undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah direvisi, sehingga di 2018 nanti, M2 bisa kembali berlaga. Walaupun statusnya mantan narapidana. Berkat revisi UU Pilkada itu juga, Partai Merah yang di Bekasi tengah merana, merasa punya asa. Walau mantan napi, apa salahnya dicoba, barangkali saja menang nantinya.

Setelah ditelisik, masih banyak yang berpikir kalau M2 bukan orang yang patut disalahkan oleh KPK, karena dirinya “hanyalah” pihak penyuap. Bukan yang disuap. Walau suap-suapan itu jumlahnya sampai miliaran, pun sudah ia bayar dengan mendekam di penjara tiga tahunan.

Itu sudah dapat remisi lho, dan bonus bisa kelilingan di Jakarta selama masih berstatus tahanan. Sampai-sampai petugas lembaga pemasyarakat Sukamiskin, Bandung pun dipanggil dan diadili. Tapi sungguh, itu bukan kesalahannya M2. Sebagai seorang kaya raya dan punya kenalan orang-orang berkuasa, bagi M2 tidak ada yang tidak bisa.

Jadi setelah bebas, mengapa menjadi walikota lagi aja mesti mustahil? Uang punya, koneksi ada, kekuasaan sebenarnya mudah saja digapainya. Cuma pertanyaannya, apakah masyarakat Bekasi benar-benar memandangnya pantas untuk berkuasa lagi? Atau memang PDI Perjuangan saja yang sudah mati angin di Bekasi? Kita lihat hasilnya usai Pilkada Serentak 2018 nanti. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...