HomeCelotehBuwas ‘Pejabat Cabutan’

Buwas ‘Pejabat Cabutan’

Kecil Besar

“Kita perlu orang yang tegas, orang yang berani, orang yang jujur, orang yang memiliki rekam jejak dalam mengelola Bulog.” ~ Jokowi


PinterPolitik.com

[dropcap]N[/dropcap]amanya lagi dan lagi dipercaya memegang jabatan sebagai pucuk pimpinan sebuah lembaga. Mungkin kapasitas dan kepemimpinannya yang mengantarkan pada posisi yang strategis.

Budi Waseso yang dikenal dengan Buwas, awalnya menjabat sebagai Kabareskrim Polri sebelum melompat menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sampai mengakhiri masa tugasnya karena pensiun.

Namun pasca pensiun, sayang sekali Buwas belum memegang lagi jabatan yang strategis. Tapi tak perlu menunggu lama, lagi dan lagi, akhirnya Buwas kini mendapat jabatan strategis sebagai Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Wedeeww, jadi Dirut BUMN nih. Semakin melebarkan sayap aja nih ya, dari mulai dunia reserse dan kriminal melompat ke narkotika dan kini ngurusin persoalan logistik, weleeeh weleeeh.

Usut punya usut, penjaringan dan seleksi Dirut Bulog ternyata langsung dipimpin oleh Presiden Jokowi. Artinya Buwas sudah lolos seleksi dan dipercaya Presiden untuk ngurusi soal Bulog.

Tapi apa ya yang menjadi kriteria jadi Dirut Bulog? Kok, Buwas lolos seleksi dan terpilih? Kabarnya sih, Jokowi punya empat kriteria wajib yang harus dimiliki Dirut Bulog yaitu tegas, berani, jujur, dan mengetahui Bulog.

Tentu saja kalau Jokowi menilai Buwas itu sebagai orang yang tegas, berani, dan jujur itu rasanya sudah teruji dalam beberapa kepemipinannya di Bareskrim Polri dan BNN. Tapi bagaimana dengan pengetahuan Buwas tentang Bulog, apakah mumpuni atau tidak?

Yang jelas kan Dirut Bulog bukan hanya mengandalkan ketegasan, keberanian, dan kejujuran, tapi pengetahuan tentang Bulog harus dikuasai sebagai pondasi dasar melakukan sesuatu.

Entahlah bagaimana, mungkin yang penting tiga dari empat syarat sudah terpenuhi, uhuukk, uhuukkk. Bisa gitu ya? Ehmm.

Kalau Bulog tentunya punya tiga fokus ketahanan pangan diantaranya, persediaan yang cukup, akses dan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan melakukan stabilisasi harga.

Nah, modal dasar pengetahuan dan pengalaman Buwas gimana nih ngurus tiga pilar ketahanan pangan ini? Kalau ada masalah, Buwas bisa ga ya mengatasinya? Ehmm, skeptis.

Kan Dirut Perum Bulog itu bukan jabatan main – main, jadi orang yang memimpinnya pun jangan sampai tak mengetahui bagaimana peran Bulog.

Mendingan Buwas coba cermati prinsip hidupnya Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, kata Risma jabatan itu hanya titipan, kalau tidak mampu ya tidak bisa dipaksakan, ehmmm. Makkk jlebbb, weleeeh weleeeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...