HomeCelotehBerani Cabut Kewarganegaraan Habib Rizieq?

Berani Cabut Kewarganegaraan Habib Rizieq?

“Memuliakan manusia, berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya.” Abdurrahman Wahid (Gus Dur)


PinterPolitik.com

Baru-baru ini warganet dihebohkan oleh petisi online di situs Change.org yang menuntut pencabutan status warga negara Indonesia (WNI) Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Petisi yang dibuat oleh akun 7inta Putih tersebut kini telah ditandatangani sekitar 86.000 orang.

Dalam petisi tersebut tertulis beberapa alasan mengapa Habib Rizieq harus dicabut status WNI-nya. Doi dianggap sering melontarkan hate speech (ujaran kebencian) yang bisa memecah belah persatuan.

Memangnya bisa cabut kewarganegaraan Habib Rizieq? Click To Tweet

Nah loh, Habib enggak mau pulang ke Indonesia untuk meluruskan masalah ini? Jangan seperti Bang Toyib dong yang tidak pulang sampai tiga kali Lebaran, uppps.

Seperti diketahui, Habib Rizieq saat ini menetap di Arab Saudi. Meski jauh, doi kerap berkomunikasi dengan pendukungnya. Bahkan, doi sempat-sempatnya memberikan dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 dan berkomentar tentang berbagai hal yang terjadi di Tanah Air. Yaduh, video call dengan pendukung sering, ceramah online di Front TV pernah, tapi nomor telepon dari kepolisian kok diblokir, hihi.

Sementara itu, anggota senior lembaga dakwah DPP FPI Novel Bamukmin mengatakan, petisi itu tidak menggoyahkan FPI dan Habib Rizieq.

“Petisi itu enggak ngaruh buat kami,” begitu kata Novel.

- Advertisement -

Bahkan, FPI sudah menyiapkan petisi tandingan yang berisi desakan kepada MK untuk mendiskualifikasi Joko Widodo. Lah jadi semakin keruh.

Tapi, hati-hati om, salah omong dikit, malah izin FPI enggak diperpanjang loh. Kan karena petisi online juga Kementerian Dalam Negeri kini sedang mempertimbangkan untuk perpanjangan izin FPI, hehe.

Namun, warganet mesti paham bahwasannya tidak ada hukum di Indonesia yang bisa mencabut status kewarganegaraan. Hal itu telah diatur dalam UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Meski tidak dapat dicabut, tapi status WNI bisa hilang. Adapun hilang status ini bisa terjadi semisal menikah dengan WNA, sukarela pindah kewarganegaraan, dan lain-lain.

Baca juga :  Timor Leste, Warisan Politik Jokowi?

Selain itu, perlu diingat bahwa petisi online ini hanya sebatas saran kepada pemangku kepentingan dan tidak memiliki kekuatan hukum. Saran tersebut akan dipertimbangkan selama masuk akal dan tidak melawan ketentuan hukum.

Jadi semisal ada petisi seperti “Dukung Habib Bahar Bin Smith Jadi Petarung UFC”, atau “Copot Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta!”, atau “Tangkap Prabowo, Mendukung Khilafah” sudah tentu tidak akan dipertimbangkan. Hehehe.(R47)

spot_img

#Trending Article

Ma’ruf Amin Apes di Pilkada 2020

"Kami menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Tangsel karena belum dapat memenangkan harapan perubahan. Hasil penghitungan suara kami tidak banyak dibandingkan paslon lain". - Siti...

Ahok Disenggol Kasus Brigadir J?

“Pertanyaan saya, kapan mereka pacaran, sehingga ketika Ahok di balik jeruji dan di balik tembok mengikat perjanjian kawin dengan ajudan ibu,” – Kamarudin Simanjuntak, Pengacara...

Anies Taklukkan Indonesia Timur?

“Alhamdulillah, tujuh kabupaten (di Maluku) yang sudah terbentuk kepengurusan siap mendeklarasi Anies Presiden” – Sulaiman Wasahua, Ketua Relawan Sobat Anies Maluku PinterPolitik.com Manuver politik Gubernur DKI Jakarta...

Drama Maming Resahkan PDIP-PBNU?

“Kalau saya, koruptor jangan dicekal ke luar negeri tapi dicekik. Harusnya dicekal untuk balik ke Indonesia, biar korupsi di luar negeri,” Cak Lontong, Komedian Indonesia PinterPolitik.com Masyarakat...

Baim Wong Saingan Kang Emil?

“Kang Emil kan juga numpang populer, sama saja dengan Baim Wong yang melihat peluang dari Citayam Fashion Week,” – Jazilul Fawaid, Waketum PKB PinterPolitik.com Seolah tidak ada habisnya,...

Anies-AHY Kawin Paksa?

“Tentu proses membangun chemistry antara satu dan yang lain penting, bukan kawin paksa,” - Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem PinterPolitik.com Siapa yang tidak kenal dengan Siti...

Rahasia Pelukan Ferdy Sambo

“Ya itu kan pertemanan, urusan berdua pertemanan. Bukan sesuatu yang salah. Tapi karena diekspos, menjadi masalah”. - Benny Mamoto, Ketua Harian Kompolnas PinterPolitik.com Siapa sangka jika pelukan...

Misteri Teror Kominfo

“Teror bagaimana? Saya baru tahu teror, Kominfo diteror kali,” – Johnny G. Plate, Menkominfo PinterPolitik.com #BlokirKominfo menjadi trending di Twitter, banyak warganet yang melontarkan kritik terhadap kontroversi kebijakan Penyelenggara Sistem...

More Stories

Menggugat Anies Soal Udara Jakarta

“Aku bisa tenggelam di lautan. Aku bisa diracun di udara. Aku bisa terbunuh di trotoar jalan.” - Efek Rumah Kaca, Di Udara PinterPolitik.com Kata Sokrates "ilmu...

Misteri Jokowi dan Maskapai Asing

"Ketika semua terlihat berlawanan denganmu, ingatlah bahwa pesawat terbang selalu terbang melawan angin, bukan mengikuti arus angin." - Henry Ford Pinterpolitik.com Wacana Presiden Joko Widodo mengundang...

Sayembara Sepeda, KPK Sindir Jokowi?

“Teror merupakan sistem untuk menundukan rakyat, sedang kerakusan berlebihan menjadi tujuan dari pendudukan itu.” - Pramoedya Ananta Toer. PinterPolitik.com Usia kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK,...