HomeCelotehAnies ‘SBY’ Zaman Now

Anies ‘SBY’ Zaman Now

Kecil Besar

“Kalau Mas Anies kan dekat sama PKS, peluang untuk bersamanya lebih besar. Tapi tetap mekanismenya tadi, musyawarah bersama.” ~ Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]idak jelasnya kepastian Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dari Partai Gerindra, makin membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kian gemes untuk menyodorkan calonnya sendiri. Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akhirnya digadang-gadang PKS sebagai sosok yang pantas sebagai Capres.

Padahal, PKS sudah menyampaikan sembilan nama yang akan mereka tawarkan sebagai calon presiden kepada publik. Tapi sepertinya dipenghujung pendaftaran Capres pada bulan Agustus mendatang, PKS merubah strategi dengan mengusung kandidat lain yang lebih menjual.

Dengan mengusung Anies dalam kontestasi Pilpres 2019, baik Gerindra maupun PKS akan mendapatkan keuntungan. Figur Anies sedikit banyak dicintai masyarakat Indonesia. Liat aja betapa banyak dukungan ke pada Anies yang mengalir dari berbagai daerah kala Pilkada DKI.

Apakah artinya Anies lebih baik kualitasnya dari sembilan kader PKS lainnya itu? Ya gak juga gitu sih. Dia cuma lebih populer aja. PKS saat ini memang sedang mencari momentum agar Anies bisa meniru kesuksesan Gubernur sebelumnya yang berhasil melompat menjadi Presiden.

Awal-awal mungkin PKS merasa kecil hati sehingga hanya berani meyodorkan sejumlah nama untuk disandingkan dengan Prabowo. Tapi belakangan, ada gelagat keraguan dari Prabowo untuk maju menjadi Capres. Nah aji mumpung nih, sekalian aja PKS ajukan nama untuk Capres ketimbang Cawapres.

Karena di sisi lain, banyak pihak yang terus menghembuskan angin mengenai sosok Gatot Nurmantyo yang cocok sebagai Capres dari Gerindra. Sebelum Gatot masuk, ya ditelikung dulu lah ya, sa ae lau PKS, hahaha. Sejauh ini sih masih berupa angan-angan muluk dari PKS aja. Kenyataannya nanti ya bisa beda.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Menjadikan Anies sebagai Capres, secara gak langsung artinya membuat Gerindra berada di bawah PKS. Untuk itu Gerindra hingga kini masih membuka peluang bagi siapa saja, termasuk Gatot jika ingin maju menawarkan diri sebagai Capres. Tapi tetep, semua harus dalam restu Prabowo loh ya.

Dikala koalisi partai pendukung Presiden Petahana Jokowi sudah berlari, eh kubu yang ini malah masih tercerai berai. Hadeuh, ini gimana sih. Jadi akankah Capresnya Anies dan Cawapresnya Gatot atau malah sebaliknya? Ya gak mungkin juga lah ya, Gatot mau di bawah Anies. Siapa Anies emangnya di mata Gatot?

By the way, Anyway, Busway, memangnya Prabowo bisa segitu legowonya kayak Ibu Megawati saat merelakan potensi maju sebagai Capres 2014 dan menyerahkan amanah itu pada Jokowi? Toh berhasil tuh, Jokowi jadi Presiden. Mengalah untuk menang, keren juga filosofinya!

Sedikit banyak tindak-tanduk Anies ini mengingatkan kita pada sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan era Presiden Megawati. Kesamaannya itu karena mereka sama-sama pernah menjadi Menteri dan juga pernah diberhentikan.

Kemudian keduanya berniat maju kembali sebagai kompetitor di Pilpres. Saat itu sih, SBY berhasil menekuk lutut Ibu Mega dan menjadi Presiden. Nah gimana nih sama Anies sekarang. Bisa gak ya dia melakukan hal yang sama pada Jokowi? Apa Anies bakal keok dulu di internal dan kalah sama Gatot? (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...