HomeCelotehAnies Dompleng Citra Erdogan?

Anies Dompleng Citra Erdogan?

Kecil Besar

“Bertemu dan berbincang dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, lalu bersama-sama menunaikan salat Jumat di Masjid Ayyub al-Anshari (Eyup Sultan).” ~ Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]elalu ada yang menarik disetiap kesempatan untuk membahas sosok Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karena baru-baru ini, dirinya dikabarkan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat keduanya menunaikan salat Jumat di Masjid Ayyub Al-Anshari, Turki (20/4).

Dalam unggahannya di Instagram, Anies sih bilangnya pertemuan itu hanya kebetulan semata. Jadi gak ada agenda khusus antara keduanya. Bagi yang suka dengan teori konspirasi politik, pasti langsung manyun, hahaha. Jadi anggap aja, Anies lagi hoki bisa sedekat itu sama Erdogan. Menang banyak itu mah.

Tapi yang namanya politisi, pasti setiap tindak tanduknya itu akan diupayakan agar bisa bersinggungan dengan kesan yang ingin dicapai. Mmm, jadi tetep ada nuansa politisnya ya pertemuan itu? Rasa-rasanya biasa aja deh. Kan cuma pertemuan biasa yang serba kebetulan tanpa agenda khusus.

Melanjutkan kunjungan ke Turki dan menjadi kesan tersendiri ketika kunjungan ini diawali dengan bertemu dan berbincang dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, lalu bersama-sama menunaikan shalat Jumat di Masjid Ayyub al-Anshari [Eyup Sultan]. Presiden Erdogan mengajak saya shalat persis di sampingnya; saya berdiri diapit beliau dan Menteri Energi Berat Albayrak di shaf terdepan. . Masjid ini dinamai dari salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yaitu Abu Ayyub al-Ansari ra, yang juga dimakamkan di kompleks yang sama. Masjid ini dibangun tahun 1458, hanya lima tahun sesudah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad al-Fatih. . Semoga menjadi awalan yang baik bagi berbagai agenda kunjungan di Turki selama beberapa hari ke depan. . Sesudah shalat kami lalu ziarah dan dzikir berdampingan bersama selama lebih dari satu jam. Ceritanya lengkapnya besok… 🙂 . *ABW

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Cuma bedanya, Anies itu memang paling jago mewartakan dirinya di depan publik. Jadi dalam unggahan akun instagramnya itu, dia menceritakan betapa terhormatnya ia saat dirinya diapit Presiden Erdogan dan Menteri Energi Berat, Albayrak untuk salat Jumat di shaf terdepan.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Dalam dunia politik kan ada yang namanya membangun citra positif di mata publik. Hal ini penting banget loh. Liat pasarnya dulu, masyarakat Indonesia sukanya apa. Lalu beri deh apa yang mereka suka dari figur diri kita. Jangan-jangan di satu sisi, Anies ingin dikesankan sebagai seorang yang diterima Presiden Erdogan bak sebagai seorang tamu kehormatan selevel presiden sebuah negara.

Tapi mungkin itu cuma perasaan kita aja kali ya. Abisnya cerita Anies di akun instagramnya itu drama banget sih. Situ Gubernur apa ratu drama? Tapi ya sudahlah. Norak-norak dikit boleh lah ya. Kapan lagi kan bisa unggah foto bareng salah satu tokoh penting dunia. Gaya dikit, cekrek.

By the way, Anyway, Busway, kalian tau gak turunan dari unggahan ini apa? Ya kan sehubungan tadi ada indikasi kesan politik yang ingin disampaikan Anies pada publik Indonesia. Nah ternyata, bersambut gayung loh. Warganet ramai-ramai bak semut keranjingan gula, langsung menyerbu memberikan komentar. Isinya tau apa? Kurang lebih sih bilang, “Gubernur rasa Presiden, tidak Planga-Plongo”. Jiah, cape deh. Kalau ada yang gak suka, uninstall aja app sosmed-nya, buahahaha. Cebong mana ngerti yang kek gini. Iya gak!

Emang apa yang ada dipikiran warganet yang komentar kayak gini ya. Bagian mana yang bisa disebut prestasi, sehingga patut dipuji setinggi langit? Bahkan gak ragu-ragu menganggap cocok sebagai seorang Presiden. Emangnya jadi Presiden itu cuma modal kepantasan doang! Helow.

Anies wajar lah ya dielu-elukan ketika bersama sosok figur yang hebat di sebelahnya. Tapi gimana kalau dirinya sendiri, apa prestasi fundamental dia yang layak disebut sebagai Presiden Indonesia? Adakah prestasi yang nendang banget ketika ia sebagai Mantan Menteri Pendidikan atau sebagai Gubernur DKI sekarang? Kalau ini mah benar apa kata filusuf Voltaire (1694-1778), ‘We are rarely proud when we are alone.’ (K16)

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...