Pinter EkbisEs Podeng: “Bing Chilling” Khas Betawi

Es Podeng: “Bing Chilling” Khas Betawi


PinterPolitik.com

Es podeng adalah salah satu hidangan penutup yang telah lama dikenal dan dicintai masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan kombinasi es serut, buah-buahan, kacang, dan saus manis, es podeng menawarkan sensasi rasa yang kompleks dan menyegarkan. Namun, tahukah Anda darimana asal muasal es podeng ini?

Es podeng berasal dari kata “podeng” yang dalam Bahasa Betawi berarti “campur”. Seperti namanya, es podeng memang merupakan campuran berbagai bahan yang meliputi buah-buahan seperti alpukat, kelapa muda, dan nangka, lalu ditambah dengan kacang tanah, mutiara, dan seringkali dilengkapi dengan potongan roti tawar. Semuanya disajikan dengan es serut dan disiram dengan susu kental manis atau saus cokelat.

Sejarah es podeng sendiri agak kabur, tetapi diyakini berasal dari tradisi kuliner Betawi yang dikenal kaya dan beragam. Sebagai penduduk asli Jakarta, masyarakat Betawi memiliki warisan kuliner yang dipengaruhi oleh berbagai budaya, mulai dari Melayu, Arab, Tionghoa, hingga Eropa, yang pernah singgah atau menetap di wilayah tersebut. Meskipun sulit menentukan secara pasti kapan es podeng pertama kali muncul, dapat diperkirakan bahwa hidangan ini telah ada sejak abad ke-20.

Es podeng awalnya dijual oleh penjual keliling yang menggunakan gerobak dorong. Seiring berjalannya waktu, popularitasnya semakin meningkat dan es podeng mulai ditemukan di berbagai sudut kota Jakarta, termasuk di pusat-pusat perbelanjaan. Kini, dengan kreativitas generasi baru, es podeng telah mengalami berbagai inovasi. Mulai dari penggunaan bahan-bahan premium, seperti cokelat impor atau buah-buahan eksotis, hingga variasi saus, seperti saus karamel atau saus buah.

Salah satu hal yang membuat es podeng begitu spesial adalah fleksibilitasnya. Hidangan ini bisa disesuaikan dengan selera masing-masing orang. Beberapa orang mungkin lebih suka es podeng dengan lebih banyak buah, sementara yang lain mungkin lebih menyukai tambahan kacang atau roti. Kemudahan dalam modifikasi ini membuat es podeng semakin dicintai oleh berbagai kalangan.

Baca juga :  Pilgub Jakarta Pasti Tiga Poros?

Dalam kesimpulannya, es podeng adalah representasi dari kekayaan kuliner Betawi dan Indonesia pada umumnya. Di balik kesederhanaan sajiannya, es podeng mengandung sejarah dan tradisi yang mendalam. Bagi banyak orang, hidangan ini bukan hanya sekadar penutup yang lezat, tetapi juga kenangan indah dari masa lalu yang selalu menghangatkan hati. (A49)

Exclusive content

Latest article

More article