HomeNalar PolitikTjahjo Ogah Turun Tahta

Tjahjo Ogah Turun Tahta

Kecil Besar

Ow, ternyata Pak Tjahjo Kumolo juga pernah ditawari untuk maju ke Pilgub Jateng, tapi ia menolak. Nggk mau turun jabatan ya, Pak?


PinterPolitik.com

[dropcap]H[/dropcap]ingga saat ini, memang Partai Banteng belum menentukan calon yang bakal diusung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) nanti. Memang ada wacana untuk mengusung lagi Pak Ganjar Pranowo, tapi itu belum pasti. Sempat muncul juga nama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Ah, masa sih?

Yah, emang gitu. Pak Tjahjo sendiri yang bilang kalau ia pernah ditawari untuk maju ke Pilgub Jateng, namun ia menolaknya. Emang nggak tertarik untuk pulang membangun kampung halaman, ya Pak? Atau ogah untuk turun jabatan?

Mengenai pengalamannya di dunia politik nasional, Pak Tjahjo nggak bisa dipandang sebelah mata. Kayaknya ia layak untuk mendapat penghargaan dari MURI deh. Lho kenapa emang?

Katanya, ia berhasil memecahkan rekor sebagai anggota De-pe-er terlama dalam sejarah Indonesia. ah, masa sih? Lha iya, Pak Tjahjo sendiri yang bilang begitu.

Ia udah 30 tahun di Parlemen lho, bahkan udah ‘gantung sepatu’, ups emang pemain bola. Maksud saya, ia udah pensiun sejak tahun 2014 lalu.

Kelihatannya Pak Tjahjo memang nggak tertarik untuk nyagub di Jateng. Mungkin ini hanya sekadar basa-basi dari dia. Pak Tjahjo mungkin nggak mau lah untuk ‘turun jabatan’. Masa dari Menteri Dalam Negeri turun menjadi Gubernur Jateng. Apa kata dunia nanti? Gengsi dong.

Memang sebelumnya ada isu yang beredar bahwa PDIP bakal mengusung Pak Budi Waseso alias Buwas. Bahkan spanduk yang bertuliskan dukungan terhadapnya sempat terpampang di beberapa daerah di Semarang. Tapi, isu tersebut kini lenyap tiada kejelasan lagi. Selain itu, ada juga nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, namun itu masih sekadar wacana.

Baca juga :  IPDN, Bima, & Si Paling Berhak?

Kemungkinan besar Partai Banteng pasti bakal kembali mengusung Pak Ganjar sebab ia masih  menjadi favorit di sana. Btw, kita tunggu aja keputusan dari PDIP yang akan diumumkan pada tanggal 7 Januari 2017 nanti. (K-32)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

More Stories

PDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDI Perjuangan dan Gerindra diprediksi bakal ngos-ngosan dalam Pilgub Jabar nanti. Ada apa ya? PinterPolitik.com Pilgub Jabar kian dekat. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun mulai berlomba-lomba...

Arumi, ‘Srikandi Baru’ Puan

Arumi resmi menjadi “srikandi baru” PUAN. Maksudnya gimana? PinterPolitik.com Fenomena artis berpolitik udah bukan hal baru dalam dunia politik tanah air. Partai Amanat Nasional (PAN) termasuk...

Megawati ‘Biro Jodoh’ Jokowi

Megawati tengah mencari calon pendamping Jokowi. Alih profesi jadi ‘biro jodoh’ ya, Bu? PinterPolitik.com Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu laksana lilin yang bernyala. Lilin...