HomeNalar PolitikPapaku Sayang, Papaku Malang

Papaku Sayang, Papaku Malang

Kecil Besar

Tolonglah, jangan jadiin Papa bahan Meme terus. Kasihanilah Papa yang baru abis kecelakaan dan sekarang udah ditahan KPK.


PinterPolitik.com

[dropcap]H[/dropcap]ari ini bakal menjadi hari yang tak terlupakan bagi sang Papa. Bukan karena Papa lagi ultah atau sukses mengalahkan malaikat maut akibat insiden ‘tiang listrik’ kemarin, tapi karena Papa akhirnya ‘buang handuk’ untuk Kapeka. Papa Akhirnya ditahan Kapeka.

Papa menyerah tanpa persiapan. Ia bahkan tak menyangka bakal diciduk di RSCM. Wah, rupanya Kapeka udah tau titik lemah dari kesaktian Papa. Finally, tanpa babibu Kapeka langsung bawa Papa ke Rutan, hanya bermodalkan pakaian seadanya dan tak lupa juga ‘bawa handuk’.

Udah gitu, bukan malah dikasihani, Papa malah jadi bahan meme oleh netizen. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Yogyakarta HM Gandung Pardiman.

“Akibat kasus e-KTP dan kecelakaan tunggal yang dialami Pak Setya Novanto kemarin, ia kembali menjadi bahan meme oleh warganet dan hal ini menjadi semakin liar,” kata Gandung, (19/11).

Gambar meme Papa yang ramai beredar seperti gambar Papa yang menerima piala sebagai aktor terbaik dan menjadi sampul film The Godfather. Ada pula meme tentang tiang listrik dengan ‘hashtag#SaveTiangListrik’ juga banyak. Di antaranya, gambar tiang listrik yang dibawa oleh petugas medis menuju UGD, tiang listrik di ranjang rumah sakit, dan karangan bunga untuk tiang listrik.

Ada pula cuitan tentang tiang listrik. “Walau sudah ditabrak, tiangnya tetap berdiri tegak.” Begitu cuit sebuah akun dengan ‘hashtag#AkuHarusSekuatTiangListrik’.

Melihat tanggapan warganet terhadap kejadian yang menimpa Papa, saya malah jadi kasihan pada beliau. Ini malah menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia mulai mengalami krisis sopan santun.

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Memang benar kalau Papa termasuk salah satu pejabat yang korup. Tapi bukan berarti semua orang bisa seenak jidat menghina, bahkan nyebarin meme yang sarkastik untuknya. Papa juga manusia, punya rasa dan punya hati. Tolong jangan samakan dengan ‘tiang listrik atau aktor GodFather. Sekali Setnov, tetaplah Setnov, tiada yang lain. (K-32)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_img

#Trending Article

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

More Stories

PDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDI Perjuangan dan Gerindra diprediksi bakal ngos-ngosan dalam Pilgub Jabar nanti. Ada apa ya? PinterPolitik.com Pilgub Jabar kian dekat. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun mulai berlomba-lomba...

Arumi, ‘Srikandi Baru’ Puan

Arumi resmi menjadi “srikandi baru” PUAN. Maksudnya gimana? PinterPolitik.com Fenomena artis berpolitik udah bukan hal baru dalam dunia politik tanah air. Partai Amanat Nasional (PAN) termasuk...

Megawati ‘Biro Jodoh’ Jokowi

Megawati tengah mencari calon pendamping Jokowi. Alih profesi jadi ‘biro jodoh’ ya, Bu? PinterPolitik.com Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu laksana lilin yang bernyala. Lilin...