HomeNalar Politik
Nalar Politik
The One-Man Band
Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
S13 -
Komeng: Dari Jester Jadi King?
A43 -
Komeng datang bertemu dengan korban-korban bencana banjir di Sumatra Barat (Sumbar). Mungkinkah ini perjalanan seorang jester menjadi king?
Anies-Verrell, Berani Pencitraan Itu Baik?
J61 -
Di tengah bencana, kehadiran politisi seperti Verrel Bramasta dan perhatian kritis dari Anies Baswedan memicu sebuah perdebatan: kepedulian tulus atau sekadar pencitraan? Dalam dimensi politik, tragedi kerap berubah menjadi panggung visual, dan memantik diskursus mengenai kapan pencitraan dapat dibenarkan—atau justru mereduksi penderitaan menjadi sekadar konten politik?
“Judonisasi” Narasi Mundur Raja Juli?
D74 -
Di balik desakan mundur Raja Juli, bisa jadi ada dinamika kekuasaan yang mencoba memanfaatkan momentum. Ilustrasi: AI-generated.
‘Luffy-nisasi’ Menkeu Purbaya?
A43 -
Ekonomi Indonesia dibayangi narasi ketakutan. Namun, Purbaya hadir dengan optimisme ala Luffy. Mampukah semangat ini ubah nasib bangsa?
Epilog Sawit: Kutukan Midas
S13 -
Dalam mitologi Yunani, Raja Midas mendapat berkah dari dewa Dionysos: segala yang disentuhnya akan berubah menjadi emas. Midas bergembira. Ia menyentuh pohon, batu, bahkan istananya—semua berkilau keemasan.



