HomeNalar Politik
Nalar Politik
Golkar, Chandradimuka The Fixer?
Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai
J61 -
Jebakan Politik Simulakrat Jokowi
S13 -
Filsuf Jean Baudrillard dalam Simulacra and Simulation (1981) menulis bahwa sebuah tanda — sebuah representasi — bisa melalui empat fase kehidupan. Semua fase tersebut bisa saja tengah dialami Jokowi: sosok yang tak lagi jadi presiden, tapi masih kuat secara simbol politik, meski diterpa berbagai isu politik dan personal.
Pakistan & ‘Perangkap’ Arab-Persia-Turki
A43 -
Pakistan jadi tuan rumah mediasi perang Iran. Bukannya Indonesia lebih dahulu usulkan diri jadi mediator?
Pemenang Perang Iran Adalah Tiongkok?
S13 -
Di tengah krisis minyak global akibat blokade Selat Hormuz, Tiongkok mengirim kapal tanker berisi lebih dari 260.000 barel diesel ke Filipina dan 100.000 barel ke Vietnam. Filipina yang mengimpor 90% minyaknya dari Timur Tengah sudah menyatakan darurat energi nasional. Beijing hadir sebagai penyelamat saat tak ada yang bisa memasok. Nyatanya, jangan-jangan saat dunia sibuk menonton bom jatuh di Teheran, Beijing duduk tenang — menghitung keuntungan.
Megawati dan Politik Revanisme
S13 -
Bukan dendam pribadi, melainkan utang kehormatan: mengapa Megawati tidak pernah bisa melupakan.
Viral Kalkulator MBG, Awas SPPG!
J61 -
Viral “kalkulator MBG” mengubah anggaran negara jadi ukuran publik, per hari makan bergizi. Di balik satire, tersimpan ujian besar bagi negara—integritas, ketepatan sasaran, dan kualitas implementasi agar bisa terus lebih baik.



