HomeNalar Politik
Nalar Politik
Golkar, Chandradimuka The Fixer?
Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai
J61 -
Anies, Ujung-ujungnya “Jawa”?
A43 -
Anies berbahasa Jawa krama inggil saat beli bakpia di Yogyakarta. Apakah ini strategi kultural atau sekadar nostalgia dan pulang kampung?
Juwono: Satria dari Tanah Galuh
D74 -
Juwono Sudarsono bukan manusia yang hidup untuk atau dari kekuasaan. Beliau adalah sosok langka yang mampu menghidupkan marwah di setiap posisi yang dipercayakan kepadanya.
MBZ-MBS ‘Ngiri’ Sama Prabowo-Anwar?
D74 -
Dengarkan artikel berikut Audio ini dibuat dengan teknologi AI Negara-negara Teluk kini berada di garis depan dampak Perang Iran—bukan sebagai pelaku utama, tetapi sebagai pihak yang...
Rahasia “Login Muhammadiyah” Berjamaah
J61 -
Fenomena “Login Muhammadiyah” tampaknya menandai pergeseran cara beragama generasi muda: rasional, digital, dan praktis. Di balik tren ini, tersimpan implikasi besar—dari auto-komparasinya dengan Nahdlatul Ulama hingga potensi perubahan peta sosial-politik Indonesia menuju kontestasi elektoral 2029.
Kapitalisasi Selat Hormuz
S13 -
Anggota parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi menyebutkan soal tarif US$2 juta per kapal di Selat Hormuz. Bloomberg mengonfirmasi pungutan ini bersifat ad hoc dan sudah dibayar beberapa kapal. Iran membingkai ini bukan sebagai hukuman, melainkan revenue stream: "Perang memiliki ongkos." Untuk pertama kalinya dalam 47 tahun pasca-Revolusi Islam, Hormuz bukan hanya senjata strategis — ia menjadi sumber pendapatan langsung.



