HomeNalar Politik
Nalar Politik
Golkar, Chandradimuka The Fixer?
Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai
J61 -
Halusinasi Dikejar “Anjing Liar” Noel?
J61 -
Berbalut rompi oranye narapidana, Immanuel Ebenezer melempar metafora “anjing liar” yang menyentil kecil kebisingan besar alam politik. Apakah ini strategi bumerang dari balik jeruji, atau sinyal negara yang berubah menjadi predator? Di antara ilusi dan fakta, publik dipaksa menafsir ulang wajah keadilan yang kian kabur.
Motor BGN: “Agrinas” Jilid 2?
A43 -
Ribuan motor listrik berlogo BGN viral di gudang raksasa. Siapa di balik motor-motor listrik baru dan masih berplastik ini?
Parkir Liar Blok-M, “Uka-Uka” Pramono?
J61 -
Parkir liar Blok-M bukan sekadar pungli, tapi potret konflik negara, ekonomi informal, dan kekuasaan bayangan. Saat kebijakan tak tegas, “bos parkir” tetap berkuasa. Berani kah Pemprov menuntaskan ini? Inilah ujian politik sesungguhnya: sederhana di permukaan, rumit dan berisiko di dalam.
3 Konflik, 1 Pola?
D74 -
Tiga kali dalam tiga dekade, dunia mengalami guncangan energi yang serius. Tiga kali pula, Indonesia bertahan dari guncangan tersebut. Ini adalah posisi yang tidak bisa disebut hanya sebagai keberuntungan.
Gugur Peacekeepers dalam Hakiki Anarki
J61 -
Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon. Dunia berduka — lalu melanjutkan harinya. Inilah paradoks terbesar pasukan perdamaian, mereka dikirim menjaga damai sistem internasional yang pada hakikatnya tidak pernah damai.



