HomeNalar Politik

Nalar Politik

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Menyikap Tubir Milbus

spot_imgspot_img

Aksi Gibran: Debat Hanyalah Political Entertainment?

Dengarkan artikel ini: Aksi Gibran Rakabuming Raka di debat ke-4 Pilpres beberapa hari lalu masih menjadi perbincangan publik. Gibran yang tampil agresif dalam debat juga...

Jokowi Tarik Ulur Ganjar?

Usai Debat Keempat Pilpres 2024, Mahfud MD tiba-tiba berubah sikap pada Jokowi di konpers. Mungkinkah Jokowi sedang tarik ulur Ganjar?

Kim Jong Un Ngamuk, Indonesia Siaga Perang? 

Di awal tahun 2024, tensi geopolitik malah semakin memanas. Bagaimana kesiapan Indonesia menghadapi persoalan ini? 

Imin-Khofifah-Yenny Penentu Pilpres 2024?

Dengarkan artikel ini : Suara Nahdlatul Ulama (NU) seakan terbelah saat belakangan tiga tokoh prominen mereka di panggung depan atau front stage politik nasional telah...

Ganjar “Habis” Sebelum Berperang?

Dengarkan artikel ini : Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 elektabilitas calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo terus mengalami penurunan. Jika ini terus terjadi...
spot_img

Latest

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Menyikap Tubir Milbus

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah