HomeNalar Politik

Nalar Politik

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Menyikap Tubir Milbus

spot_imgspot_img

Anies Makin Kejar Prabowo?

Elektabilitas Anies Baswedan dinilai mulai meningkat. Mampukah Anies kejar elektabilitas Prabowo Subianto? Apa senjata rahasia Anies?

Bukan Kolaborasi, Ganjar Gembosi Anies? 

Kubu 01 dan 03 belakangan membawa narasi kolaborasi untuk mengalahkan kubu 02. Tapi, apakah mungkin sebetulnya ada narasi politik yang berlawanan di dalamnya?

Ara Simpul Parkindo, PDIP Terancam “Bubar”?

Dengarkan artikel ini: Maruarar “Ara” Sirait memutuskan keluar dari PDIP. Salah satu tokoh vokal PDIP ini mengakhiri karier politik di partai yang salah satunya didirikan...

Gibran Panen Investasi Gerindra di Bali?

Dengarkan Artikel Ini : Kampanye calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka di Bali kiranya merupakan bagian dari bentuk investasi panjang Partai...

Caleg PAN Jual Ginjal

Efek mahalnya jadi wakil rakyat  Seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur asal PAN bernama Erfin Dewi Sudanto bersedia menjual ginjalnya untuk...
spot_img

Latest

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Menyikap Tubir Milbus

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah