HomeNalar PolitikKang Emil ‘Kepincut’ Syahrini

Kang Emil ‘Kepincut’ Syahrini

Kecil Besar

Kang Emil berencana untuk ‘menggandeng’ Syahrini dalam Pilgub Jabar nanti. Ow, seperti ituuuh. Sebagai apa ya?


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]yahrini adalah sosok artis yang penuh dengan sensasi. Artis yang bisa dikatakan sebagai sosok ‘wanita termanja’ di Indonesia ini, memang nggak pernah sepi dari pemberitaan media. Istilahnya seperti ‘jambul khatulistiwa’, ‘alis mata anti badai’, ‘cetar membahana’ hingga ‘maju mundur cantik’ menjadi viral di media sosial.

Selain itu, Incess begitu ia menyebut dirinya, juga dikenal sebagai sosok yang lekat dengan kehidupan glamour. Ia memang suka berpergian ke luar negeri dengan jet pribadi dan pakaiannya nggak ada yang murahan. Hm, Syahrini itu ‘sesuatu’ ya.

Rupanya status Syahrini yang sensasional tersebut, membuat Kang Emil kepincut. Walikota Bandung ini berencana untuk ‘menggandeng’ Syahrini. Wow, itu ‘sesuatu’ lho.

Tapi, hanya dalam konteks Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar). Katanya, Kang Emil bakal mengikutsertakan Incess sebagai Juru Kampanye (jurkam). Owalah, gitu toh rupanya. Hm, ini bakal buat tanah Sunda jadi ‘cetar membahana’. Siap-siap deh dengerin lagu ‘maju mundur cantik’ disajikan secara live oleh Incess di sana.

Ternyata yang ikut jadi jurkam bukan hanya Incess aja. Tapi, ada juga Raffy Ahmad dan Doel Sumbang.  Nah, sosok nama yang terakhir ini memang cukup fenomenal di Jabar. Kalau Kang Doel hadir bulan pasti langsung bisa ngomong. Sorry, just kidding.

Tapi bukan berarti Raffy dipandang sebelah mata lho. Konon, ia dianggap sebagai salah satu sosok di balik kesuksesan Pilkada DKI Jakarta, terutama dalam menjaring suara kawula muda. Oww seperti ituuuh. Mungkinkah Raffy effect bakal berlanjut di Jabar? Au ah, ucing ala uwe mikirinnya.

Kalau ini terealisasi, maka Incess pasti bakal otewe dengan jet pribadinya ke Bandung. Kira-kira Incess, Raffy dan Kang Doel bakal dibayar berapa ya? Hm, kayaknya Itu ‘sesuatu’ banget lho. Nah, kalau begini kayaknya kandidat lain perlu mikir-mikir nih. Mau ‘mundur dengan cantik’ atau ‘manja’ alias maju aja? (K-32)

Baca juga :  Jalan-jalan dengan Sepatu Roda 'Girl Power'
spot_imgspot_img

#Trending Article

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

More Stories

PDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDI Perjuangan dan Gerindra diprediksi bakal ngos-ngosan dalam Pilgub Jabar nanti. Ada apa ya? PinterPolitik.com Pilgub Jabar kian dekat. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun mulai berlomba-lomba...

Arumi, ‘Srikandi Baru’ Puan

Arumi resmi menjadi “srikandi baru” PUAN. Maksudnya gimana? PinterPolitik.com Fenomena artis berpolitik udah bukan hal baru dalam dunia politik tanah air. Partai Amanat Nasional (PAN) termasuk...

Megawati ‘Biro Jodoh’ Jokowi

Megawati tengah mencari calon pendamping Jokowi. Alih profesi jadi ‘biro jodoh’ ya, Bu? PinterPolitik.com Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu laksana lilin yang bernyala. Lilin...