HomeNalar PolitikGatot Bakal Kemana?

Gatot Bakal Kemana?

Kecil Besar

Tinggal menghitung hari, Pak Gatot bakal melepas jabatan Panglima TNI. Setelah pensiun, beliau akan kemana ya?


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]olemik soal pergantian panglima TNI mulai menemui titik terang. Pakde Joko telah menemukan suksesor Pak Gatot. Beliau memilih Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Walaupun belum lolos seleksi di De-pe-er, tapi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) ini memiliki kans yang cukup kuat untuk mengganti Pak Gatot.

Pak Gatot sendiri resmi pensiun sebagai Panglima TNI pada bulan Maret tahun depan. Melihat tindak-tanduknya selama ini yang katanya ada bau-bau politik, banyak yang meramalkan beliau bakal ikut tercebur dalam lautan politik tanah air.

Hal ini turut diutarakan oleh Pengamat Militer Mufti Makarim. Menurut Pak Mufti, sangat terbuka kemungkinan Pak Gatot ikut berpolitik pasca pensiun. Hal ini bisa dilihat dari manuver Pak Gatot selama ini.

Mungkinkah ini ada kaitannya dengan aksi bela Islam tahun lalu yang konon katanya sarat dengan nuansa politik? Atau soal polemik pengadaan senjata yang melibatkan beberapa lembaga pemerintahan? Aku ora mudeng.

Tapi, jangan lupa untuk tengok sejumlah survei belakangan ini ya? Soalnya nama beliau selalu muncul sebagai salah satu calon pendamping Pakde di 2019. Bukankah ini menguatkan dugaan ke arah sana?

Kalau prediksi tersebut menjadi kenyataan, maka Pak Gatot akan dinilai sukses melanjutkan trend yang selama ini sudah populer di kalangan pensiunan TNI. Bahkan ada pernyataan yang bunyinya demikian, “jika ia seorang jenderal, berasal dari Jawa, serta beragama Islam, maka kecenderungan untuk terjun ke dunia politik itu cukup besar.”

Pak Gatot seorang jenderal bintang empat. Keturunan Jawa tulen dan seorang muslim yang taat. Bukankah ini sesuai dengan dengan ungkapan tersebut?

Baca juga :  “Mixed Feelings” ala Megawati Berlanjut?

Kalo nggak percaya, coba cross check jejak para mantan jenderal seperti Pak Harto, Pak Wiranto, Pak Prabowo, Pak Luhut hingga Pak SBY. Bukankah mereka kini telah berkecimpung dalam dunia politik nasional? Mungkinkah Pak Gatot Bakal mengikuti jejak mereka? (K-32)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_img

#Trending Article

Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

More Stories

PDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDI Perjuangan dan Gerindra diprediksi bakal ngos-ngosan dalam Pilgub Jabar nanti. Ada apa ya? PinterPolitik.com Pilgub Jabar kian dekat. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun mulai berlomba-lomba...

Arumi, ‘Srikandi Baru’ Puan

Arumi resmi menjadi “srikandi baru” PUAN. Maksudnya gimana? PinterPolitik.com Fenomena artis berpolitik udah bukan hal baru dalam dunia politik tanah air. Partai Amanat Nasional (PAN) termasuk...

Megawati ‘Biro Jodoh’ Jokowi

Megawati tengah mencari calon pendamping Jokowi. Alih profesi jadi ‘biro jodoh’ ya, Bu? PinterPolitik.com Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu laksana lilin yang bernyala. Lilin...