HomeNalar PolitikAksi ‘Terminator’ Ala Tolitoli

Aksi ‘Terminator’ Ala Tolitoli

Kecil Besar

Bupati Tolitoli terlibat cekcok dengan wakilnya saat melantik pejabat pemerintah kabupaten tersebut. Mau jadi ‘terminator’ ya, Pak?


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]asih ingat dengan film ‘Terminator’ yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger? Anak-anak kelahiran tahun 90-an pasti tau film tersebut. Kalau kids zaman now, saya yakin kalau nggak semua pada tau film ini.

Guys, gak usah maksain untuk ingat film ini ya? Jangan itu berat, biar saya aja. Karena ini bukan film di zamanmu, cukup ingat Dilan aja, okey?

Terminator itu salah satu film action favorit saya semasa es-de. Kalau melihat aksi si Arnold Schwarzenegger naik motor gede sambil manggul senjata atau lagi berantem dengan musuhnya. Rasanya gimana gitu?

Pingin cepet-cepet tutup televisi karena saya takut bisa kena tendang dari kakak saya. Soalnya dia kalau nonton film action pasti sangat serius. Bahkan saking seriusnya, ia bahkan ikut memperagakan gerakan-gerakan dalam film tersebut. Makanya saya paling ngeri  kalau nonton film action dengannnya.

Nah, itu hanya sekadar basa-basi soal film Terminator.

Walaupun film tersebut udah lama banget, ternyata aksi-aksi Arnold Schwarzenegger masih ada hingga saat ini. Baru-baru ini aksi ala ala Terminator terjadi lagi di Tolitoli, Sulawesi Tenggara.

Konon, pemeran utamanya adalah Bupati Tolitoli Mohammad Saleh Bantilan melawan Wakilnya Abdul Rahman. Wah, jangan-jangan mereka juga termasuk penggemar film Terminator nih? Apakah ada yang jadi korban?

Ow, tidak. Rupanya mereka nggak sampai adu jotos. Cuma adu mulut doang katanya. Berarti bukan aksi ala Terminator dong. Tapi, sungguh disayangkan sih. Soalnya itu terjadi dalam acara pelantikan salah seorang pejabat pemerintah di daerah tersebut. Emang nggak malu apa, diliatin banyak orang gitu?

Katanya ini efek dari Bupati Tolitoli yang sering plesiran ke luar negeri dan meninggalkan sang wakil bekerja sendiri. Ow, kacian, kesepian ya, Pak? Wkwkwk. Entah itu benar atau nggak, yang pasti aksi tersebut cukup menggemparkan netizen dan para elit politik.

Baca juga :  Dahsyatnya “Buahlil Fever”

Mendagri Tjahjo Kumolo sendiri menilai itu sebagai tindakan yang memalukan. Mendagri pun berencana akan memanggil Bupati Tolitoli dan wakilnya untuk mengetahui kepastian kronologi insiden tersebut. Hm, mungkinkah mereka akan rujuk atau malah benar-benar menerapkan adegan dalam film Terminator? Semoga nggak sampai begitu ya. (K-32)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dua pengusaha besar, dua jalan politik berbeda. Rusdi Kirana berakar kuat di PKB hingga menjadi elite nasional, sementara Sandiaga Uno gagal mengangkat PPP dari keterpurukan. Mengapa modal, popularitas, dan jaringan tak cukup menyelamatkan partai yang rapuh?

More Stories

PDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDI Perjuangan dan Gerindra diprediksi bakal ngos-ngosan dalam Pilgub Jabar nanti. Ada apa ya? PinterPolitik.com Pilgub Jabar kian dekat. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun mulai berlomba-lomba...

Arumi, ‘Srikandi Baru’ Puan

Arumi resmi menjadi “srikandi baru” PUAN. Maksudnya gimana? PinterPolitik.com Fenomena artis berpolitik udah bukan hal baru dalam dunia politik tanah air. Partai Amanat Nasional (PAN) termasuk...

Megawati ‘Biro Jodoh’ Jokowi

Megawati tengah mencari calon pendamping Jokowi. Alih profesi jadi ‘biro jodoh’ ya, Bu? PinterPolitik.com Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu laksana lilin yang bernyala. Lilin...