HomeFokus BUMNRencana Erick Thohir Mulai Dapat Perlawanan

Rencana Erick Thohir Mulai Dapat Perlawanan

Rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir yang akan melakukan holding terhadap perusahaan pelat merah yang membidangi dana pensiun mulai mendapat perlawanan.


PinterPolitik.com

Para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS)  dan ASN/PNS aktif  yang  menjadi nasabah PT Taspen (Persero) mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap UU Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sebelumnya, Erick Thohir akan melakukan holding terhadap tiga perusahaan BUMN yang mengurus dana pensiun, yaitu PT Taspen (Persero), PT Asabri (Persero), dan  BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Erick beralasan tidak ingin kasus Jiwasraya terulang kembali. Selain itu, dengan holding akan lebih mudah dalam melakukan pengawasan. Dengan pengelolaan dana pensiun satu atap, dia yakin dana pensiun di Indonesia akan sangat besar, seperti di negara Kanada.

Namun belum juga rencana holding dilaksanakan,  sudah muncul ketakutan dari nasabah atau peserta Taspen, yang mengkhawatirkan dengan holding justru akan  mengurangi dana pensiun mereka yang ada di PT Taspen, yang selama ini mereka nilai sangat mapan.

Para pensiunan ASN ataupun PNS aktif ketar-ketir. Mereka khawatir, benefit yang akan diterima saat pensiun nanti menjadi berkurang, bila peleburan tersebut jadi diwujudkan.

Meski mengajuan uji materi ke MK terhadap UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, tentang peleburan Taspen ke BP Jamsostek yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2029. Namun dengan uji materi tersebut tentunya dapat mengganjal rencana holding  yang akan dilakukan Erick thohir pada Juni 2020 ini.

Setidaknya ada 18 orang pensiunan dan PNS aktif termasuk mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Mohammad Saleh mengajukan permohonan uji materi ke  MK, terhadap UU Nomor 24/2011 tentang BPJS.

Baca juga :  Setuju Erick Thohir Ketum PSSI?
- Advertisement -

Mereka memohon pengujian pada sejumlah pasal, terutama Pasal 57 huruf f, Pasal 65 ayat (2), dan Pasal 66 tentang pengalihan program tabungan hari tua dan program pembayaran pensiun dari PT Taspen (Persero) ke BPJS TK paling lambat tahun 2029.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Taspen, Antonius N Steve Kosasih  menjelaskan dana yang terkumpul saat ini mencapai Rp 263 triliun, yaitu mengelola dana dari  4,1 juta PNS.

Sementara BPJamsostek mengelola  dana sebesar  Rp 412 triliun, dengan nasabah sekitar 16 juta orang, atau sekitar empat kali lipat lebih besar dibanding jumlah nasabah PT Taspen.

Namun, dana yang dikelola BP Jamsostek tidak sampai dua kali lipat lebih besar dari PT Taspen. Diperkirakan, hanya Rp 412 triliun. Artinya, jumlah manfaat berupa pembayaran pensiun dari BPJamsostek berpotensi menurun.

Sehingga, Kosasih menilai, kekhawatiran PNS cukup beralasan. Mereka tentunya tak mau tekor. “Itu logic sekali. Memang ada potensi penurunan (jumlah manfaat), kalau angkanya dijumlahkan,” kata Kosasih.

Terkait rencana holding yang akan dilakukan Kementerian BUMN terhadap tiga perusahaan BUMN, termasuk PT Taspen, menurutnya ketiga lembaga penjaminan tersebut dibentuk dengan tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Kosasih menambahkan, PT Taspen merupakan lembaga yang memberikan jaminan kepada para PNS dan pensiunan. Lembaga ini bertanggungjawab kepada tiga kementerian yaitu Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan dan juga Kementerian PAN-RB.

Sedangkan PT Asabri merupakan lembaga penjaminan bagi para Polisi dan TNI. Secara teknis, lembaga ini bertanggung jawab kepada Kementeria BUMN, Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertahanan.

- Advertisement -

Berbeda, BPJAMSOSTEK lebih kepada lembaga penjamin bagi pegawai swasta yang bertanggung jawab kepada Kementerian Ketenagakerjaaan.

Tentunya dengan kewenangan yang berbeda-beda, sehingga jika ketiga perusahaan dana pensiun ini digabung kemungkinan akan sulit untuk bisa terpadu. “Seluruh aturan, perundang-undangan dan model bisnis dari ketiga lembaga ini sangat jauh berbeda. Sumber pendanaannya pun juga beda,”  tandas Kosasih. (R58)

Baca juga :  Siasat Kartu Nama Erick di G20?

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jet Pribadi Nasdem “Hancurkan” Anies?

Salah satu kandidat calon presiden (capres) Anies Baswedan mengunjungi sejumlah daerah di Pulau Sumatera dengan menggunakan pesawat jet pribadi. Itu kemudian menghebohkan jagat maya...

Optimisme Intelijen Berpihak Kepada Prabowo?

Pasca kelakar “rambut putih” Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan tampak membesarkan hati Prabowo Subianto dalam sebuah kesempatan di...

Iran dan Mahsa Amini “Bangunkan” Feminis Indonesia?

Kematian Mahsa Amini bukan hanya memantik demonstrasi besar-besaran untuk mendorong reformasi hukum di negara Iran, melainkan juga mendorong solidaritas kaum feminis di seluruh dunia....

Benturan Peradaban di Piala Dunia Qatar? 

Piala Dunia Qatar 2022 seolah menjadi panggung suara dan benturan bernuansa sosio-politik tersendiri ketika regulasi tuan rumah, intrik lagu kebangsaan Timnas Iran, hingga gestur...

Pernah Ada Perang Dunia 0?

Perang Dunia I bukanlah perang pertama yang menghancurkan kehidupan umat manusia. Ribuan tahun sebelum itu, sejumlah arkeolog memprediksi pernah terjadi sebuah perang besar yang dijuluki “Perang Dunia 0”. Bagaimana ceritanya?

Kenapa Selalu Ada Capres Purnawirawan?

Nama purnawirawan TNI selalu ada dalam setiap survei elektabilitas calon presiden (capres). Bagaimana kacamata politik memaknai fenomena ini?

Tidak Ada Kebenaran di Era Informasi?

Di era kemajuan internet, manipulasi kebenaran justru malah semakin marak. Bagaimana kita memaknai fenomena ini?

Kenapa Peradaban Barat “Kuasai” Dunia?

Orang Eropa dan Amerika Serikat (AS) sering dianggap lebih unggul karena negara mereka “menguasai” dunia saat ini. Apakah ini akibat persoalan ras atau ada hal lain yang tersembunyi di balik kesuksesan peradaban Barat?

More Stories

Erick Thohir Pastikan 4,7 Juta Masker Telah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan 4,7 juta masker yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah...

BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan...

BUMN Back Up Sepenuhnya RS Darurat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Erick Thohir  menjamin RS Darurat Penangan Covid-19 siap beroperasi  pada Senin (23/3). BUMN sepenuhnya siap back up kebutuhan...