HomeCelotehUsaha Doni Monardo Berujung Percuma?

Usaha Doni Monardo Berujung Percuma?

“Penderitaan karena disiplin, lebih baik daripada penderitaan karena penyesalan” – Mario Teguh, motivator asal Indonesia


PinterPolitik.com

Cuy, kalian masih ingat gak sih dengan prediksi Badan Intelijen Negara (BIN) pada April lalu yang mengatakan bahwa puncak persebaran Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Juni atau akhir Juli?

Nah, saat ini banyak yang mengatakan bahwa prediksi itu nggak benar dan akurat, cuy. Pasalnya nih, hingga 28 Juli kemarin, sudah mencapai 100.303 kasus. Duh, ngeri banget kan, cuy.

Melihat kondisi ini, ternyata langsung membuat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo langsung bersikap. Adapun sikapnya yaitu dia membuat pernyataan yang sedikit menggemparkan jagat Indonesia, cuy.

Doi menegaskan bahwa hal ini terjadi karena memang salah satunya disebabkan oleh kesalahan masyarakat karena tidak sedikit masyarakat hingga saat ini masih kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Jlebb, bagai disambar kilat disiang bolong nih, gengs. Lah, gimana ya? Bagi kita yang masih semangat dan mempunyai keyakinan kuat Indonesia mampu melewati badai dan cobaan Covid-19, ini tuh ibaratnya jadi sebuah bom yang seketika bisa hancur lebur semangat dan harapan kita.

Terlebih, kalimat Pak Doni ini, seakan mencerminkan bahwa doi sudah patah arang dan putus asa gitu loh. Duh, jangan begitu dong, kita kasih semangat deh buat Pak Doni.

Jika kita lihat secara utuh nih, cuy, secara serta merta kita tidak bisa menyalahkan Pak Doni ya. Pasalnya, dalam menangani kasus ini, pengorbanan doi sebagai Ketua Satgas Covid-19 ini sudah diupayakan secara maksimal.

- Advertisement -

Bayangin saja nih. Demi menangani kasus ini, Pak Doni sampai istirahat di rest area, cuy. Bahkan, doi tidak pulang ke rumah sudah sekitar delapan pekan, itu semua demi menjalankan tugasnya.

Baca juga :  Di Balik TikTok Zulhas-RK

Weleh-weleh, tentu kita sadar ya, dia ini sebagai manusia biasa juga mempunyai kehidupan dan keluarga. Beh, jadi ingat semboyan, pantang pulang sebelum menang. Hehehe.

Terkait kondisi secara personal Pak Doni, kita sangat mengapresiasi ya, cuy, belum tentu ada orang setangkas beliau. Namun, melihat statement yang doi keluarkan, sadar gak sih bahwa ini tuh seakan ada pesan tersirat yang memperlihatkan bahwa negara kita saat ini tuh lemah dan pasrah gitu loh?

Padahal, ini kan bahaya kalau dibiarkan seperti ini terus. Hadeuh.

Apa jangan-jangan selama ini Pak Doni bekerja sendirian dan tidak ada rekan kerja yang bisa diandalkan ya sehingga kemarin tuh Pak Doni sedikit mengeluh?

Kalau memang ternyata begitu adanya, ayo dong Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) kumpulkan orang yang bapak percaya dan buat tim untuk membantu Pak Doni Monardo dalam Satgas Covid-19.

Terlebih, tentu sebenarnya keinginan antara pemerintah dan masyarakat itu sama. Pemerintah ingin Covid-19 ini mereda, begitu pula dengan masyarakat. Jadi, jika masyarakat sampai saat ini ada yang tidak taat pada protokol, bukan berarti semuanya salah masyarakat.

- Advertisement -

Mungkin ada faktor yang melatarbelakangi kenapa masyarakat masih terkesan acuh dengan protokol. Misalnya nih, tidak semua masyarakat kita secara edukasi ini well-educated, jadi bisa menelaah bahaya Covid-19 secara optimal dan memberikan perlindungan diri secara pribadi.

Melihat kondisi tersebut, harusnya sih pemerintah sadar bahwa yang dibutuhkan oleh masyarakat ya kebijakan yang sifatnya top-down, bukan malah menunggu inisiatif masyarakat alias bottom-up. Salah satunya ya berikan edukasi kepada masyarakat hingga tataran desa tentang bahaya Covid-19 misalnya.

Dengan gerakan edukasi bahaya Covid-19 hingga bawah, dijamin deh awareness masyarakat juga akan lebih terbentuk sehingga penanggulangan juga efektif. Jangan lupa Pak Presiden knowledge is power kata Om Michel Foucault. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Jaksa Agung, Terobosan atau Cari Perhatian?

Jaksa Agung ST Burhanuddin akan menerbitkan surat edaran (SE) untuk melarang terdakwa di persidangan tiba-tiba mendadak religius dengan menggunakan atribut keagamaan. Apakah ini sebuah...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Di Balik TikTok Zulhas-RK

Selain bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil juga membuat video TikTok dan Reels.

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...