HomeCelotehTim Bubur ala Anies-RK

Tim Bubur ala Anies-RK

Kecil Besar

Setelah sebelumnya bermain sepak bola dengan saling melakukan tendangan penalti, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil kembali menghabiskan waktu bersama dengan makan bubur bersama di Bandung, Jabar, pada 24 Februari 2022 lalu.


PinterPolitik.com

Hai, para pembaca yang budiman. Di pembahasan kali ini, admin @RabaRabaKepribadian bakal bahas bagaimana membaca kepribadian seseorang berdasarkan cara dia mengkonsumsi bubur ayam. Bisa dibilang, ini adalah cara membaca kepribadian yang jauh – dan paling – ultimate dibandingkan dengan zodiac maupun shio.

Lagipula, sebagai masyarakat negeri Nusantara dalam alternate universe Bumi-45, bubur ayam merupakan salah satu unsur budaya yang ada di banyak adat kita. Bila zodiac dan shio berasal dari kebudayaan-kebudayaan Kulon dan Sino, bubur ayam adalah cara yang khas dan serba penuh kearifan lokal.

Tidak jarang, cara makan bubur ayam ini pun menimbulkan perdebatan di ruang dunia maya. Para warganet biasanya menjagokan tim mereka masing-masing sebagai tim yang lebih baik – dengan membandingkan keuntungan yang diperoleh bila bubur diaduk atau tidak diaduk.

Hmm, kira-kira, bagaimana ya cara makan bubur bisa menunjukkan sifat seseorang? Tim @RabaRabaKepribadian pun mewawancarai ahlinya yang cukup dikenal juga oleh masyarakat negeri Nusantara, yakni Madam Khofifah.

1. Tim Bubur Diaduk

Sebenarnya, tim bubur diaduk merupakan tim yang memiliki jumlah anggota yang banyak. Kebanyakan dari mereka sih bilang kalau rasa bubur menjadi lebih merata apabila diaduk.

Memang, pemerataan rasa bubur ini tidak sesulit pemerataan ekonomi di negeri Nusantara. Namun, konsekuensi-konsekuensi pemerataan inilah yang nyatanya membuat para pendukung tim ini merasa lebih unggul.

Menurut Khofifah, mereka yang mengaduk bubur mereka sebelum dimakan biasanya memiliki sifat yang ramah, mudah bergaul, cuek, dan suka bertualang. Namun, ingat. Ramah dan mudah bergaul jangan dijadikan alasan kalian mudah baper (bawa perasaan) sama orang-orang di tim ini ya.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Terlepas dari itu, ada beberapa lho tokoh-tokoh populer yang mengaku sebagai bagian dari tim ini, yakni Pak Jakawi dan keluarga, Aniz Baswedan, serta Riduan Kemil (alias Kang Emil). Kalau kalian, masuk tim ini juga nggak?

2. Tim Bubur Tidak Diaduk

Tim yang kedua ini juga tidak kalah dalam memperdebatkan keunggulan tim mereka. Bagi tim ini, bubur yang tidak diaduk merupakan wujud menghargai kesempurnaan dari bubur itu sendiri.

Meskipun kesempurnaan bukanlah milik kita yang merupakan hanya makhluk biasa, kesempurnaan tetaplah hal yang dicari oleh banyak orang. Mungkin, kesempurnaan ini juga yang dicari oleh Rizky Febian dalam lagunya – yang tentu saja mungkin hanya ada di film-film drama. Huhu.

Terlepas dari itu, menurut Khofifah, orang-orang yang ada di tim ini memiliki sifat perfeksionis, bijaksana, rapi, dan teratur. Apakah orang-orang yang ada di tim ini bisa memberi kepastian juga? Tidak ada yang tahu.

Jadi, gimana, guys? Kira-kira, kalian lebih suka orang yang makannya bubur diaduk atau tidak diaduk? Siapa tahu, dengan mengetahui sifat dan kepribadian melalui tim bubur, kita semakin tahu bagaimana caranya jodoh yang pas – misal jodoh untuk di tahun-tahun mendatang seperti 2024?

Namun, ingat ya, gengs. Tim bubur ini bukanlah faktor penentu utama yang bisa menjadikan kalian jodoh – bahkan meski berada di satu tim yang sama seperti Aniz dan Kang Emil. Ada banyak faktor lain yang turut memengaruhi, seperti partai politik dan cara pandang. Bukan begitu? (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?