HomeCelotehTarung RUU: Kapitalis vs Konservatif?

Tarung RUU: Kapitalis vs Konservatif?

Kecil Besar

“Ketika engkau dihasut dan pikiranmu terpaut, terjadilah pertempuran hati,” – Netral, Pertempuran Hati


PinterPolitik.com

Kalau baca berita atau media sosial, mungkin kita semua udah cukup menyadari bahwa ada sejumlah regulasi yang tengah digodok pemerintah dan DPR. Dua yang paling menyita perhatian adalah RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan RUU Ketahanan Keluarga.

Bukannya apa-apa, kedua RUU ini bisa mempengaruhi kehidupan banyak orang soalnya kalau disahkan. RUU Cipta Kerja misalnya, dikhawatirkan bakalan mempengaruhi hak-hak kaum pekerja karena ada sejumlah kompensasi yang berpotensi hilang.

Di lain pihak, RUU Ketahanan Keluarga juga gak kalah untuk soal pengaruhnya buat masyarakat. Soalnya, RUU ini bisa mengatur banyak kehidupan pribadi masyarakat dan kerap dianggap berbau kelompok religius tertentu.

Terlepas dari itu semua, terlihat gak sih kalau di masing-masing RUU ini ada nuansa ideologi tertentu? Pada RUU Cipta Kerja misalnya, boleh jadi kentara nuansa kapitalismenya karena memiliki banyak unsur deregulasi yang diharapkan bisa memicu investasi dan arus kapital.

Secara khusus, kalau kekhawatiran kaum buruh soal pengurangan hak mereka benar-benar terjadi, praktis kaum pebisnis mendapatkan keuntungan lebih ketimbang kaum pekerja akibat RUU ini.

Di sisi yang lain, RUU Ketahanan Keluarga ini boleh jadi kental dengan nuansa konservatisme. Dalam kadar tertentu, nilai keluarga yang ditanamkan boleh jadi lekat dengan unsur religius ketimbang unsur progresifnya.

Secara spesifik, pelabelan penyimpangan seksual untuk kaum LGBT juga memang tergolong lekat dengan kaum konservatif dan juga mereka yang menggunakan unsur religi dalam berpolitik.

Berdasarkan kondisi tersebut, gimana ya kalau kedua kelompok ini saling beradu? Biasanya kan kaum konservatif agama suka mengkritik kaum kapitalis. Hal serupa juga berlaku bagi kaum kapitalis yang terkadang suka meledek kaum konservatif.

Sekarang mereka masih bisa ledek-ledekan gak ya? Kalau kaum konservatif mau meledek, eh mereka punya RUU Ketahanan Keluarga yang kontroversial. Sementara itu, kalau kaum kapitalis mau mengkritik, mereka juga punya RUU Cipta Kerja yang menuai banyak kritik.

Hmmm, apakah ini artinya tarung antara kedua kubu itu sekarang telah berubah dari jalanan ke DPR dalam bentuk RUU?

Ya, gak tahulah ya. Yang jelas, siapapun jangan lengah. Jangan sampai ada RUU yang menarik perhatian lebih sehingga fokus kita teralih. Mau kaum manapun, mau  konservatif, mau kapitalis, mau jomblo, mau yang kudisan harus terus memantau dan kalau perlu mengkritik dua RUU ini. Bahaya soalnya kalau kecolongan, masih inget kan soal revisi UU KPK? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...