HomeCelotehStrategi Belanja Online Ala Menkes

Strategi Belanja Online Ala Menkes

“Jadi saya nanti akan segera mengeluarkan kebijakan. Satu orang muda relawan boleh disuntik (vaksin Covid-19) asal bawa dua orang lansia, karena orang tua susah untuk diajaknya”. – Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan


PinterPolitik.com

Tanggal-tanggal habis gajian kayak gini memang rawan membuat orang khilaf. Gimana nggak khilaf cuy, buka handphone isinya notifikasi promo belanja semua. Nggak kurang-kurang pula diskon-diskonnya. Hasil akhir, baru minggu pertama di awal bulan berikutnya udah berasa kayak tanggal tua.

Tapi yang demikian ini namanya logika belanja alias logika konsumen. Diskon-diskon dan berbagai promo belanja pasti akan selalu ada untuk menarik hati orang membeli barang tertentu, walaupun konteks diskon ini sebenarnya hanyalah permainan psikologis aja. Harga asli barangnya emang segitu, dilebih-lebihkan dengan diskon biar dibeli orang.

Nah, menariknya, konteks psikologis diskon ini bisa juga diterapkan dalam kebijakan publik. Setidaknya, hal inilah yang terlihat dari strategi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang membuka peluang untuk melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 terhadap anak muda dengan syarat wajib membawa dua warga lanjut usia (lansia) untuk ikut divaksin.

Baca Juga: Kuartet Menteri PKB, Nestapa Nasdem?

Iyess, ini kayak strategi beli 2 gratis 1. Sama kayak diskon-diskon di e-commerce.

Menurut Menkes, upaya itu perlu dilakukan agar sasaran vaksinasi 21,5 juta lansia di Indonesia cepat rampung dan selesai di awal. Sebab, lansia merupakan kelompok yang rentan terpapar Covid-19 dan menyumbang angka kematian Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Konteks ini juga terjadi karena menurut Menkes, kelompok orang tua adalah yang cukup susah untuk diajak vaksinasi.

Namun, ada kendala utama program vaksinasi nasional saat ini, yakni terkait ketersediaan vaksin. Sejauh ini, Indonesia telah kedatangan sekitar 57,6 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun vaksin mentah (bulk).

Baca juga :  The Thinker vs The Doer: Tarung Puan dan Prananda Calon Pengganti Megawati

Jadi, vaksinasi orang-orang tua memang perlu untuk dilakukan terlebih dahulu demi mengurangi potensi makin tingginya angka kematian yang terjadi akibat Covid-19.

Hmm, canggih juga sih strateginya Menkes. Wajar juga sebenarnya, soalnya doi berlatarbelakang bankir yang nota bene juga paham dengan psikologis masyarakat atau konsumen. Harapannya, jika menggunakan strategi ala-ala belanja online ini, target vaksinasi nasional bisa segera terpenuhi dan akhirnya bisa deh kita bebas jalan-jalan ke manapun kita mau.

Iri banget sama orang-orang di Australia dan New Zealand yang udah bisa nonton konser tanpa perlu jaga jarak. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Bahaya IKN Mengintai Prabowo?

Realisasi investasi di proyek IKN hanya menyentuh angka Rp47,5 triliun dari target Rp100 triliun yang ditetapkan pemerintah.

Jokowi Endgame: Mengapa Banyak Kontroversi di Akhir Jabatan?

Presiden Jokowi kini didera berbagai macam kontroversial. Mulai dari revisi UU TNI dan Polri, revisi UU Penyiaran, persoalan penurunan usia calon gubernur yang dilakukan oleh MA, hingga soal Tabungan Peruamahan Rakyat (Tapera) dan lain sebagainya.

The Thinker vs The Doer: Tarung Puan dan Prananda Calon Pengganti Megawati

PDIP memutuskan untuk menyiapkan posisi Ketua Harian jelang masa transisi kepengurusan baru pada Kongres 2025 mendatang.