HomeCelotehPetuah Sakti Cak Imin untuk Gibran

Petuah Sakti Cak Imin untuk Gibran

“Sukses dahulu di Solo, kemudian bisa ke mana pun. Insyaallah, Mas Gibran pemimpin masa depan yang sukses di Solo akan membawa kemajuan ke mana-mana. Pasti saya mendukung”. – Muhaimin Iskandar, Ketum PKB


PinterPolitik.com

Buat yang pernah nonton film Three Idiots – yang merupakan salah satu karya besar industri film India – pasti tak asing dengan nasehat: “Carilah dahulu kebesaran, maka kesuksesan akan mengikutimu”. Yes, itu adalah nasehat yang diucapkan oleh Ranchoddas “Rancho” Shamaldas Chanchad yang diperankan aktor keren Aamir Khan di film tersebut.

Kalau dipikir-pikir, benar juga sih nasehatnya. Kalau sesorang sudah bisa mendapatkan nama besar, atau pengakuan, atau kebesaran hati, maka kesuksesan karier dan yang sejenisnya juga akan mengikuti dengan sendirinya.

Mungkin nasehat itu yang kini disampaikan juga oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat keduanya bertemu beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 2022, Jokowi Hijrah ke Golkar?

Ini terkait wacana Gibran yang digadang-gadang maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Cak Imin meminta Gibran untuk membuktikan dulu kinerjanya di Solo, maka niscaya ia bisa ke manapun kalau mau berkarier setelahnya.

Cak Imin berharap Gibran bersemangat membenahi Kota Solo dan menjadi teladan bagi para Wali Kota di daerah lain. Hmm, tumben-tumbennya Cak Imin ngasih nasehat buat anak presiden. Semoga nggak ada B di balik U ya. Eh, U di balik B ding maksudnya. Alias Ubi. Uppps. Hehehe.

Terlepas dari maksud apa pun yang diupayakan Cak Imin, yang jelas Gibran kudu dengerin nasehat doi. Bukannya gimana-gimana ya, Cak Imin ini politisi yang cukup handal loh. Doi udah makan asam garam dalam waktu yang cukup lama di dunia politik Indonesia.

Baca juga :  Sidang MK: Prabowo Dilantik, Gibran Didiskualifikasi?

Kehandalannya misalnya karena sukses menyingkirkan Gus Dur dari PKB. Nggak sembarang orang bisa melakukan hal yang demikian, apalagi terhadap tokoh selevel Gus Dur.

Lalu, jelang Pemilu 2014 lalu, banyak yang memprediksi PKB akan tersingkir dari Senayan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, suara PKB makin tinggi berkat manuver sakti Cak Imin merekrut tokoh seperti Rusdi Kirana.

Dan yang terakhir adalah kesuksesannya menyalip Mahfud MD saat mau jadi cawapres Jokowi, lalu menyodorkan Ma’ruf Amin yang kini jadi orang paling berkuasa nomor dua di Indonesia. Kalau manuver yang ini udah berasa kayak duel antara Marc Marquez dan Valentino Rossi di MotoGP. Hehehe.

Hmm, menarik untuk ditunggu nih, akan seperti apa efek nasehat Cak Imin ini pada Gibran. Tau-taunya Gibran malah beneran maju di Pilkada DKI Jakarta. Jadi malah nggak mempan nasehatnya. Hehehe. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

The Battle of Javanesia 2: Proxy War Jokowi vs Prabowo di Pilkada 2024

Pilkada serentak 2024 akan jadi panggung pertaruhan partai politik dan elite nasional untuk menentukan siapa yang jejaring kekuasaannya mampu merambah hingga ke level terbawah.

Siasat Megawati Pengaruhi Para Hakim MK

Megawati mengirimkan pengajuan diri menjadi amicus curiae atau “sahabat pengadilan” yang merupakan pendapat hukumnya kepada para Hakim MK terkait sengketa Pilpres 2024.

Diskualifikasi Gibran: Putusan Terbaik atau Terburuk MK?

Opsi mendiskualifikasi Gibran sebagai cawapres, tetapi tetap mengesahkan kemenangan Prabowo adalah pilihan yang tengah didiskusikan oleh banyak pihak menuju pembacaan putusan MK terkait sengketa Pilpres 2024.