HomeCelotehSiasat Golkar Singkirkan PDIP

Siasat Golkar Singkirkan PDIP

Kecil Besar

“Target kemenangan minimal 60 persen, insya Allah akan tercapai, dan semua itu merupakan langkah awal kita untuk merebut kejayaaan Partai Golkar pada Pemilu 2024 kelak”. – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar


PinterPolitik.com

Partai Golkar kini jadi salah satu partai dengan fokus pekerjaan rumah yang besar. Bukan tanpa alasan, pada Pemilu 2019 lalu, si kuning ini tersingkir dari kursi runner up pemenang. Adalah Partai Gerindra yang menyodok ke urutan kedua – walaupun dengan perbedaan suara yang tipis.

Posisi ini harus menjadi peringatan serius untuk partai yang identik dengan kekuasaan Orde Baru tersebut. Penurunan suara Golkar di Pemilu lalu mencapai 2,44 persen. Hal ini tidak boleh dianggap enteng, mengingat jika tak ada teroboson serius di 4 tahun mendatang, maka penurunan serupa sangat mungkin akan terjadi lagi di Pemilu 2024.

Hal inilah yang mungkin membuat Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum, mulai memikirkan cara dan mengatur langkah agar partainya tidak “nyungsep” di gelaran kontestasi elektoral di masa mendatang.

Nggak tanggung-tanggung, salah satu langkah awalnya adalah menargetkan kemenangan 60 persen di Pilkada 2020. Wih, sebuah angka yang cukup besar loh itu.

Nah, target kemenangan tersebut, menurut Airlangga, adalah langkah awal untuk merebut kejayaan di 2024. Jika berhasil mencapainya, maka langkah selanjutnya akan bisa lebih mudah karena memiliki ikatan dengan kekuasaan di daerah akan membantu pemenangan partai di kontestasi elektoral selanjutnya.

Untuk tujuan tersebut, Airlangga berharap agar seluruh pengurus hingga kader di daerah-daerah untuk fokus memenangkan kandidat yang didukung Partai Golkar.

Hmm, menarique. Soalnya, itu artinya Golkar sedang berupaya mengembalikan dominasinya bukan hanya terhadap Gerindra saja, tetapi juga terhadap partai utama yang berkuasa saat ini: PDIP.

Baca juga :  Gibran "Ban Serep" yang Ngarep?

Konteks ini menarik karena beberapa waktu terakhir PDIP mulai melayangkan kritik pada tokoh-tokoh di kabinet yang dianggap sedang mengupayakan pencalonannya di Pilpres 2024.

Walaupun si bantengt nggak tunjuk hidung, tapi semua orang tahu bahwa beberapa menteri yang punya kesempatan untuk Pilpres 2024 adalah Prabowo Subianto, Erick Thohir dan tentu saja Airlangga Hartarto. Well, ada Mahfud MD juga sih, namun namanya saat ini belum banyak dipergunjingkan seperti 3 nama sebelumnya.

Situasinya akan semakin menarik lagi kalau Golkar pada akhirnya bisa menarik Presiden Jokowi ke sisinya. Bukan tanpa alasan, hubungan Jokowi dan PDIP memang angin-anginan. Kadang baik, kadang dicap petugas partai. Sementara Golkar, sejak masih dipimpin Setya Novanto emang terlihat makin menjadi kekuatan politik utama sang pesiden.

Bahkan, peluang tersebut menjadi makin besar dari sisi Airlangga secara pribadi karena beberapa waktu terakhir doi cukup dipercaya oleh Presiden Jokowi. Mulai dari UU Cipta Kerja yang diupayakannya dengan membuka dialog di tingkatan elite, hingga urusan vaksin Covid-19 dengan AstraZeneca yang langsung diurus sang menteri.

Hmm, roman-romannya PDIP bakal dapat tantangan serius dari partai beringin ini. Menarik untuk ditunggu manuver apa lagi yang akan dilakukan oleh Airlangga dan partainya itu. Mungkin nggak sih mereka bisa menyingkirkan PDIP? (S13)


Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Mencari Jejak Cak Imin

“Where'd you go? I miss you so. Seems like it's been forever that you've been gone” – Skylar Grey, penyanyi asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Sebagian besar...

Ma’ruf Amin yang Dirindukan

“I miss you, I miss you” – blink-182, grup band pop-punk asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Tahun 2020 baru saja dimulai dengan memasuki awal bulan Januari. Namun,...

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...