HomeCelotehSiapa Ingin Jerumuskan Jokowi?

Siapa Ingin Jerumuskan Jokowi?

“Terjerumus dalam lubang jalanan, digilas kaki sang waktu yang sombong,” – Iwan Fals, Belum Ada Judul


PinterPolitik.com

Presiden Jokowi angkat bicara. Setelah selama beberapa waktu terakhir masyarakat dibuat bertanya-tanya karena muncul wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, orang nomor satu di negeri ini akhirnya memberikan pernyataannya.

Secara terang dan jelas, sang presiden menyatakan kalau dirinya menolak dengan tegas wacana tersebut. Ia menyebut kalau hal itu seperi ingin menampar dirinya, mencari muka, dan menjerumuskan dirinya.

Wow, ini dia pernyataan yang dinanti-nanti. Tegas menolak wacana tiga periode.

Meski misteri sikap sang presiden sudah terungkap, masih ada satu teka-teki yang belum terjawab. Siapa yang berani menjerumuskan sang presiden ke dalam wacana berbau tidak demokratis tersebut?

View this post on Instagram

Sistem demokrasi yang kita terapkan di Indonesia saat ini telah melampaui ujian dan cobaan. Pemilihan langsung serta pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden, misalnya, adalah hasil reformasi. Dan saya adalah salah satu produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pasca reformasi itu. Jika tak ada reformasi, saya dan banyak orang biasa lain tak akan menggapai impian menjadi bupati, walikota, gubernur, atau presiden. Karena itulah, saat ada wacana amendemen UUD 1945, saya sudah mempertanyakan: apakah ini tak akan melebar ke mana-mana? Posisi saya jelas: saya tak setuju dengan usul masa jabatan Presiden diperpanjang menjadi tiga periode. Usulan itu justru hendak menjerumuskan saya. Hendak menampar muka saya. Di tengah ketidakpastian global saat ini, saya kira lebih baik tidak usah ada amendemen konstitusi. Kita konsentrasi saja melewati tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Ah, inilah saatnya untuk mengangkat kaca pembesar dan topi detektif untuk menelusuri jejak pemberi usul tersebut.

Ada satu petunjuk, Wakil Ketua MPR dari fraksi PPP Arsul Sani sempat menyebutkan kalau ada usulan masa jabatan menjadi tiga periode. Meski demikian, usul ini tidak berasal dari Sekjen PPP tersebut. Nah, Pak Arsul ternyata menyebut satu pihak yang menurutnya kalau tidak salah mengusulkan hal itu.

- Advertisement -

Dan ternyata pihak yang disebut kalau tidak salah mengusulkan hal itu adalah Partai Nasdem.

Hmmm, petunjuk penting, mari kita telusuri kebenaran hal itu.

Ternyata setelah ditanyakan kepada partai tersebut, mereka membantah kalau merekalah pengusul wacana masa jabatan presiden tiga periode. Kalau menurut Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, tidak ada keputusan partai yang dipimpin Surya Paloh itu soal hal tersebut.

Meski demikian, partai ini mengakui bahwa wacana tiga periode itu adalah aspirasi publik, jadi bisa didiskusikan secara terbuka.

Hmmm, menarik. Tidak banyak aktor politik yang terang-terangan ingin mendiskusikan aspirasi publik.

Eh, tapi sebentar, pertanyaan sebenarnya soal siapa yang ingin menjerumuskan Pak Jokowi masih belum terjawab. Jadi, siapa sebenarnya publik yang memberikan aspirasi tersebut?

Terlepas dari hal tersebut, sikap Presiden Jokowi yang tak ingin terjerumus boleh jadi adalah gestur yang baik. Bagaimana tidak, banyak pihak yang khawatir demokrasi negeri ini akan terancam kalau sang presiden setuju dengan usul tersebut. Syukurlah Pak Jokowi punya sikap yang berbeda.

Meski demikian, hal ini bukan berarti membuat masyarakat bisa segera berleha-leha. Masih banyak yang trauma dengan kasus Perppu KPK beberapa waktu lalu. Sepertinya, kaca pembesar masih perlu diangkat untuk melihat bola liar wacana tiga periode masa jabatan presiden ini akan seperti apa. (H33)

- Advertisement -

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Jenderal Dudung Panglima Selanjutnya?
spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...