Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Sepeda Tol Anies Tiru Jerman?

Sepeda Tol Anies Tiru Jerman?


F46 - Friday, August 28, 2020 16:00
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang mengayuh sepedanya. (Foto: Istimewa)

0 min read

“Lokasi lahir boleh di mana saja, tapi lokasi mimpi harus di langit” – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta


PinterPolitik.com

Gengs, kalian pasti sadar kan bahwa soal policy terkadang memang harus rada nekat, asal sudah terukur dampak baiknya. Ya, meskipun bakalan diragukan atau bahkan ditertawakan oleh banyak pihak awalnya, itu hal kesekian.

Sekadar mengingat sejarah saja nih, mimin kasih fakta menarik tentang hal tersebut. Kalian tahu Asian Games? Nah, dulu itu sewaktu zaman Bung Karno memimpin Indonesia, Indonesia sudah berani menjadi tuan rumah penyelenggara Asian Games ke-4.

Tentu saja, untuk ukuran silaturrahim internasional, fenomena tersebut sudah biasa sih, gengs. Namun, kalau dilihat secara mendalam, bahwa Indonesia yang baru 17 tahun merdeka, maka hal itu sangat mencengangkan.

Jangan dikira nggak ada pihak yang menentang langkah Bung Karno lho. Meski begitu, bukan Bung Karno namanya kalau nggak nekat melakukan apa saja demi bangsa dan negara Indonesia. Bahkan, secara tegas Pak Karno bilang bahwa justru dengan keberanian Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games berarti juga menapaki tahap untuk mengubah mental bangsa Indonesia.

Wow banget nggak sih Presiden Republik Indonesia pertama kita ini? Bayangin saja, andai nggak menjadi tuan rumah Asian Games, kayaknya kok mustahil negeri ini dijuluki sebagai negerinya para pemberani deh. Visioner banget kan beliau?

Nah, spirit seperti yang dicontohkan Pak Karno dalam hal policy di atas, kayaknya juga sedang dialami oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tentu saja, kebijakannya nggak berskala silaturrahim internasional. Namun, mimin merasa kebijakan Pak Anies bakal disorot oleh negara di dunia sebagai teladan yang baik deh.

Seperti yang kita tahu nih, Pak Anies mengusulkan agar lintasan Inner Ring Road atau Tol Dalam Kota bisa terbuka buat pesepeda. Jadi secara praksis, nantinya mulai Kebon Nanas sampai Tanjung Priok akan dibuat satu ruas tol panjang yang bakalan ramai diisi oleh para pesepeda. Tetapi ingat, hanya pesepeda yang memenuhi kriteria sebagai road bike yang jalannya kenceng banget itu, cuy.

Satu sisi, kebijakan ini ngeri kali, ya, gengs. Secara, bakal menerabas aturan tol yang hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat ke atas. Pertimbangan itu pula yang membuat beberapa pihak menolak usulan Gubernur DKI Jakarta.

Salah satunya datang dari DPRD F-PDIP, Johny Simanjuntak. Katanya Bang Johny, kebijakan Pak Anies ini nggak ada urgensinya lho. Bahkan, ia melanjutkan bahwa Pak Anies hanya cari perhatian alias caper aja sih. Widih, ini gimana kok cuma lihat satu sisi sih Bang Johny? Harusnya coba open-minded dulu dong.

Kalau menurut mimin sih, sebelum pada menolak usulan Pak Anies, mending dikaji secara serius lho, gengs. Secara, di sisi lain, Pak Anies kayaknya cuma pengen supaya pesepeda ini memiliki banyak ruang-ruang ekspresi lho, terutama bagi road bike agar nggak bingung kalau mau mengayuh kencang.

Lagian juga, di negara maju lainnya, seperti Amerika Serikat, ada kok jalan tol yang sebagian sisinya diperuntukan buat pesepeda. Pun di Jerman lewat Radschnellweg Ruhr-nya. Ya, kan, siapa tahu Pak Anies ingin agar Jakarta bisa setara dengan negara-negara maju yang menyediakan ruas jalan tol buat pesepeda itu lho? (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait