HomeCelotehSaat Sri Mulyani Ingatkan Prabowo

Saat Sri Mulyani Ingatkan Prabowo

Kecil Besar

“Ingatkan ku semua, wahai sahabat,” – Peterpan, Sahabat


PinterPolitik.com

Sepertinya, kalau soal anggaran jangan main-main dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebagai sosok pengawal bujet negara, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tampak lumayan ketat dalam menjaga APBN. Tak jarang, sosok yang kerap disapa Ani itu harus mengingatkan pejabat soal penggunaan anggaran di institusinya.

Baru-baru ini, Bu Ani tampak kembali mengingatkan soal tata kelola anggaran di suatu institusi. Kali ini, instansi yang dipimpin oleh Prabowo Subianto yaitu Kementerian Pertahanan. Kira-kira, sang Menkeu ini menyoroti soal apa ya?

Jadi, Bu Ani ini sempat mengingatkan Kemenhan soal penyerapan anggaran di lingkaran institusi mereka. Bukannya apa-apa, Kemenhan ini kan pemilik anggaran terbesar dan baru-baru ini – kalau kata Bu Ani – sempat meminta kenaikan anggaran.

Sosok yang pernah jadi Kepala Bappenas itu kemudian menyebut soal penyerapan anggaran Kemenhan di tahun 2019. Di tahun tersebut, total anggaran Kemenhan itu mencapai Rp 119 triliun. Sayangnya, anggaran yang terserap baru Rp 100 triliun, sedangkan Rp 19 triliun sisanya tak terhabiskan.

Waduh, gimana nih Bu Ani udah menyoroti soal anggaran Kemenhan? Apa bisa dibilang kalau Bu Ani ini lagi bersikap galak ke kementerian yang dipimpin Pak Prabowo?

Hmmm, ya mungkin itu udah jadi keharusan bagi seseorang yang ada di posisi seperti Bu Ani. Menyoroti anggaran tak terserap ini kan penting agar perencanaan anggaran bisa maksimal dan juga eksekusinya jadi lebih optimal.

Di luar itu, mungkin aja Pak Prabowo sendiri udah cukup menyadari kalau Bu Ani ini adalah orang yang perlu diperhatikan. Dulu, waktu awal berjumpa di rapat kabinet terbatas, Pak Prabowo ini sempat bilang kalau dirinya pasti datang kalau dipanggil Bu Menkeu. Selain itu, Pak Prabowo juga bilang kalau dirinya harus akrab dengan sang bendahara negara.

Baca juga :  Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Mungkin, momen Bu Ani menggambarkan penyerapan anggaran Kemenhan ini jadi ilustrasi kenapa sang Menkeu harus diakrabi. Gimana misalnya kalau Bu Ani gak menuruti permintaan dari Kemenhan gara-gara catatannya soal penyerapan anggaran gak diperhatikan?

Ya, semoga aja Bu Ani konsisten ya menjaga anggaran di negeri ini. Di luar anggaran kementerian, nitip juga Bu pengelolaan anggaran yang lain, seperti penerimaan pajak misalnya. Kan APBN gak cuma soal anggaran kementerian, hehe. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...