HomeCelotehSaat Puan Minta Tanya PDIP

Saat Puan Minta Tanya PDIP

Kecil Besar

“Coba bertanya pada manusia tak ada jawabnya,” – Peterpan, Langit Tak Mendengar


PinterPolitik.com

Ada yang masih penasaran sama kasus Harun Masiku dan dugaan suap PAW PDIP? Kalau iya, sepertinya itu adalah hal yang wajar. Kasus ini emang lumayan menghebohkan karena melibatkan salah satu partai terbesar di negeri ini.

Mungkin, saking bikin penasarannya kasus ini, ada aja berita terkait dengan hal itu. Para pewarta seperti terus menggali lebih jauh perkembangan kasus tersebut, terlebih ada perkembangan seperti perginya Harun dan juga pembentukan tim hukum oleh PDIP.

Nah, dalam proses penggalian informasi itu, Ketua DPR RI yang sekaligus juga merupakan Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani jadi salah satu figur yang ikut ditanyai oleh para jurnalis.

Layaknya banyak jawaban pejabat terkait kasus ini, Bu Puan menjawab pertanyaan dari wartawan dengan bilang kalau proses hukum harus dihormati. Di luar itu, mantan Menko PMK ini ternyata punya jawaban lain saat ditanyai penetapan tersangka sesama kader PDIP.

Bu Puan sepertinya enggan untuk menanggapi penetapan Harun Masiku yang hingga kini keberadaannya masih menjadi teka-teki. Secara spesifik, Bu Puan juga bilang kalau itu tanyanya ke partai, bukan ke Ketua DPR.

Hmmm, mungkin ada benernya juga sih pernyataan Bu Puan itu. Sebagai pejabat publik, ketua DPR perempuan pertama Indonesia itu memang idealnya gak terlalu banyak mengurusi perkara di internal partai.

Meski demikian, coba kita lihat posisi Bu Puan di struktur PDIP. Kalau yang tertera di situs PDIP, Bu Puan ini menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan. Jadi ya, Bu Puan ini selain punya jabatan publik sebagai Ketua DPR, juga punya jabatan partai sebagai Ketua DPP.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Hmmm, kalau udah begini jadinya gimana ya? Mungkin gak ya wartawan yang nanya ke Bu Puan ini berpatokan ke susunan pengurus PDIP yang tertera di situs?

Ya gak tahulah. Kan katanya kalau emang mampu dua jabatan sekaligus, harusnya gak dipersoalkan. Eh, tapi nantinya, para wartawan itu perlu gak ya dikasih brief sama pejabat kapan dia berlaku sebagai pejabat publik, kapan dia bertindak sebagai kader parpol? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...